Padahal, masyarakat tengah mengeluhkan harga gula hingga Rp 18-20 ribu per kilonya.

Selain harga melonjak, gula juga kian langka di pasaran, baik di Lampung maupun provinsi lainnya.

“Secara umum stok yang ada untuk April-Mei harusnya ada,” ujar Komjen Listyo di gudang Food Station, Komplek Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (18/3).

Menurut dia, stok perusahaan-perusahaan trsebut tidak terdata oleh Satgas Pangan Polri.

Di Lampung, ada tiga perusahaan gula, dua swasta dan satu milik pemerintah. Dua pabrik swasta adalah Gunung Madu Plantation (GMP), Sugar Group Companies (SGC).

Milik pemerintah, PTPN Bungamayang.

Lampung menjadi pémasok terbesar, 35 persen, kebutuhan gula nasional.