YANAH hanyalah seorang ibu rumah tangga, janda tiga anak yang masih kecil-kecil. Untuk bertahan hidup, semua pekerjaan dilakoninya, dari tukang cuci sampai “jurkam”. Rekomendasinya selalu di-oke-kan warga kampungnya.

Dia tak pernah belajar cara kampanye, tak pernah tau apa itu marketing, tak paham bagaimana cara mengiklankan calon presiden hingga kepala desa. Dia tak pandai beriklan. Tapi, warga manut dengan rekomendasinya.

Suami Yanah meninggal ketika tiga buah hatinya masih berada di bangku sekolah dasar. Kesehariannya hanya sebagai buruh kasar, tukang cuci, membantu memasak, bahkan menyelesaikan pekerjaan layaknya kuli bangunan.

Namun, Yanah, di kampungnya, yang kebetulan sama dengan tempat tinggal orang tua saya, sosok yang ringan tangan ketika tetangga sedang mengalami musibah dan kesulitan.

Ketika ada tetangga yang sakit, dia yang dimintai tolong untuk mengurus surat menyurat agar tetangganya tersebut dapat berobat gratis.

Bahkan hebatnya lagi terkadang dia mampu memasukkan anak tetangga ke sekolah dasar dengan alasan kemiskinan bahkan ketidakmampuan biaya dari para tetangga yang memang benar benar berada di garis kemiskinan tersebut.

Yanah menjadi andalan bagi sebagian masyarakat yang tinggal di lingkungan kampung.

Di luar sikap gampang menolong dan perhatian terhadap tetangganya tersebut, ada satu keahlian dari yanah yang mungkin tidak setiap orang memilikinya bahkan orang pintar sekalipun.

Keahlian tersebut adalah Yanah mampu menyakinkan dan mempengaruhi para tetangganya dalam menentukan ataupun melaksanakan suatu hajat.

Yanah mempunyai massa yang banyak hingga timbul guyonan di lingkungan kami jika ingin gotong royong membersihkan kali kami yang kotor cukup menyuruh yanah berada di pinggir kali dan memberi komando maka kali kami akan bersih dalam sekejap.

Itulah hebatnya yanah, terkadang seorang lurahpun kalah pengaruhnya.

Mengapa tiba tiba saya tertarik mengulas seorang yanah, tak lain karena gegap gempitanya berita pemilihan gubernur yang sedang berlangsung.

Tentang calon yang mempunyai masalah hukum, calon yang dianggap mampu tetapi sedikit egois, calon yang katanya tidak punya prestasi hanya pencitraan sampai calon yang tiba tiba ditakuti karena didukung pemodal besar.

Ya, Yanah adalah orang yang harus diperhitungkan dalam setiap ajang yang namanya pemilihan. Karena giatnya yang selalu bersentuhan langsung dengan masyarakat tentunya gampang bagi dia untuk mengarahkan suara masyarakat kepada kepentingan tertentu.

Asalkan Si Yanah difasilitasi dan “ane picise”. Yanah mulai bekerja sambilan sebagai pencari suara sejak pemilihan langsung mulai dilaksanakan. Yanah aktif sejak pemilu 2009.

Sudah banyak anggota DPRD kota, provinsi dan DPR RI bahkan walikota serta gubernur bahkan presiden yang terpilih berkat jasa seorang Yanah.

Walaupun resiko hukum dari penyelenggara dan pengawas pemilihan menanti tetapi Yanah terkesan santai dalam melaksanakan “jobnya” tersebut karena kepercayaan para tetangganya bahwa berurusan dengan Yanah dalam ajang pemilihan pasti “ana picise”.

Apalagi pengalaman sebagai perenda suara sudah dia jalankan hampir 2 dekade.

Yanah mungkin bisa mengarahkan suara kepada calon yang memakai jasanya hanya dengan memainkan alis matanya kepada para tetangga.

Bagaimana penyelenggara dan pengawas bisa mendapatkan bukti kesalahan?

Pernah iseng saya bertanya kepada Yanah, “Teh, lu kalo tetangga sakit sibuk ngurus ini itu untuk berobat gratis atau sekolah gratis, kok pilgub ini teteh bantu si fulan”.

Dengan ringan Yanah menjawab, “Kapan lagi teteh bisa dapet rejeki gede klo ga lagi musim pemilihan. Kalo ga ada pemilihan mah cari duit Rp500 ribu perak sebulan aja sulit om.”

“Ini cuma 3 bulan, gua bisa bayar kontrakan setahun dan alhamdulillah anak gw bisa gua beliin motor buat ngegojek. Masalah siapa yang kepilih mah ga ngaruh buat orang miskin kayak gua.” katanya.

Apa boleh buat, saya hanya bisa diam. Dalam diam tersebut saya berpikir dan yakin bahwa sosok Yanah ini ada dalam setiap lingkungan seantero nusantara dan tentu menguntungkan bagi calon dengan “pemodal besar”.

Selamat menjalankan ibadah puasa, Marhaban Ya Ramadhan

Negeri Lumba Lumba 160518

*) Ketua Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I).

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here