Munculnya Keraton Agung Sejagat mengagetkan warga Desa Pogung Jurutengah, Bayan, Purworejo, Jawa Tengah. Banyak warga luar kota datang, termasuk dari Lampung.

“Banyak yang datang dari Lampung, Bengkulu, dan berbagai kota lain di luar Pulau Jawa,” ujar Zainal, salah seorang warga Desa Pogung,

Mereka, kata dia, datang menggunakan mobil dengan plat BE, ada juga DK untuk mengikuti kirab pada Jumat lalu (10/1).

Hingga Selasa (13/1), sejumlah warga terus berdatangan ke lokasi Keraton Agung Sejagat yang mengklaim pewaris tahta Kerajaan Majapahit.

Dikatakannya, kerajaan yang konon muncul dari perjanjian 500 tahun dimana Sri Maharatu akan kembali menduduki tanah Jawa itu menuai pro dan kontra warga sekitarnya.

Menurut Zainal, warga awalnya menanggapi biasa saja saat ada kirab tersebut.

Namun, warga jadi pro dan kontra karena dengar-dengar akan dibangun keraton.

Pemimpin Keraton Agung Sejagat itu Totok Santosa Hadiningrat bukanlah warga asli Pogung.

Saat kegiatan kirab itu, dia di sana.

Warga setempat banyak yang tak tahu asal-usulnya.

Ismi, warga Pogung juga, was-was adanya rencana pembangunan kerajaan baru di desanya.

Berbeda dengan Gunawan Rahman, dia tak mempersoalkan jika memang di lokasi tersebut bakal didirikan keraton. Namun, warga hendaknya diberitahu, katanya.

Bupati Purworejo Agus Bastian rencana memanggil untuk mendengar klarifikasi atas kontrakdisk kehadiran Toto Santosa Hadiningrat dan kerajaan.

Bupati Agus minta pula masyarakat tidak men-judge negatif sebelum mengetahui pasti aktivitas dan tujuannya.

 

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here