Wahrul: Kutuk Dan Pecat Dua Staf Nyabu Di Dewan

Ketua Komisi II DPRD Lampung Wahrul Fauzi Silalahi/ RMOLLampung
Ketua Komisi II DPRD Lampung Wahrul Fauzi Silalahi/ RMOLLampung

Ketua Komisi II DPRD Lampung Wahrul Fauzi Silalahi mengutuk keras dua staf lembaga tersebut nyabu di ruang komisinya.


"Secara tegas, kita berhentikan, tidak lagi bekerja di DPRD Lampung. Soal teknis administrasi pemberhentian, kita serahkan ke sekwan," katanya.

Dia juga menyatakan mendukung penuh aparat kepolisian dalam penegakan hukum terhadap kedua staf tersebut.

Wahrul Fauzi Silalahi mengingatkan agar tidak lagi terjadi hal seperti ini di lingkungan kantor rakyat.

Dikonfirmasi, Ketua DPRD Lampung Mingrum Gumay mempersilahkan ke Sekwan. "Tolong tanya Ibu Sekwan selaku pimpinan sekretariat Dewan," katanya.

Sekretaris DPRD Lampung Tina Melinda sangat menyayangkan adanya kejadian ini. "Kita akui kecolongan," ujarnya.

Seorang staf honorer dan office boy (OB) DPRD Lampung, As dan Ja tertangkap basah mengonsumsi narkoba jenis sabu dan ineks di ruang Komisi II.

Keduanya diciduk dua orang dari Satuan Reserse Narkoba Polda Lampung, Minggu (30/9).

Mungkin tak terduga bagi keduanya, sebab ruangan di DPRD dianggapnya merupakan tempat yang paling aman bagi mereka mengkonsumsi narkoba.

Alhasil, As dan Ja digelandang ke luar ruangan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Dari pantauan media yang saat peristiwa, keduanya kedapatan sedang mengonsumsi narkoba jenis sabu dan pil yang diduga ineks. 

Ada pula klip bekas sabu yang disimpan di dalam kaleng rokok.