Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mendorong penguatan kerja sama antara pemerintah daerah dan lembaga amil zakat untuk mengoptimalkan potensi zakat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk membantu pengentasan kemiskinan.
Hal itu disampaikan Jihan saat menghadiri Tasyakur 25 Tahun Yayasan Lembaga Amil Zakat Dompet Amal Insani (LAZDAI) Lampung di Ballroom Fave Hotel Lampung, Sabtu 31 Oktober 2026.
Menurut Jihan, potensi zakat di Lampung masih memiliki peluang besar untuk dioptimalkan. Karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah dan lembaga pengelola zakat agar penghimpunan serta penyalurannya memberikan manfaat lebih luas.
"Potensi zakat kita di Provinsi Lampung luar biasa. Kalau bisa kita optimalkan lebih besar lagi, tentu manfaatnya akan semakin luas bagi masyarakat," ujar Jihan.
Ia menyatakan akan menyampaikan keinginan LAZDAI dan sejumlah lembaga lainnya untuk memperkuat kerja sama pengelolaan zakat kepada Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.
"Saya akan menyampaikan kepada Pak Gubernur bahwa ada teman-teman dari LAZDAI dan lembaga-lembaga lainnya yang ingin bersinergi dengan pemerintah untuk memaksimalkan potensi zakat di Provinsi Lampung. Insyaallah akan segera ada langkah konkret untuk mengoptimalkan hal tersebut," katanya.
Jihan menilai pengelolaan zakat tidak cukup hanya berorientasi pada pemberian bantuan sesaat. Penyalurannya juga perlu diarahkan pada program pemberdayaan yang mampu meningkatkan kemandirian ekonomi penerima manfaat.
"Harapan saya, masyarakat yang hari ini menjadi mustahik dapat kita angkat bersama-sama agar ke depannya mampu menjadi muzakki," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Jihan menyampaikan empat harapan kepada LAZDAI Lampung yang telah memasuki usia 25 tahun.
Pertama, memperluas program zakat produktif melalui pendampingan bagi petani dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di perdesaan.
Menurutnya, sektor pertanian memiliki peran penting dalam perekonomian Lampung. Karena itu, program pemberdayaan berbasis zakat diharapkan dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat desa.
"Kita berharap zakat produktif dapat diperluas melalui pendampingan kepada petani dan UMKM di desa, sehingga masyarakat yang hari ini menerima zakat kelak mampu menjadi pemberi zakat," katanya.
Kedua, memperkuat peran lembaga amil zakat dalam penanggulangan kemiskinan ekstrem melalui koordinasi dengan Dinas Sosial dan pemanfaatan data terpadu Kementerian Sosial.
Langkah tersebut dinilai penting agar bantuan dapat disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Ketiga, mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pembinaan generasi Qurani melalui program-program yang berkelanjutan.
Keempat, menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memperluas literasi zakat agar semakin banyak masyarakat memahami pentingnya penghimpunan dan penyaluran zakat melalui lembaga yang terpercaya.
Jihan juga mengapresiasi kiprah LAZDAI Lampung selama 25 tahun dalam menjalankan program sosial, kemanusiaan, pendidikan, dan keagamaan.
"LAZDAI tidak hanya memberikan bantuan makanan atau kegiatan yang sifatnya insidental, tetapi juga berinvestasi pada masyarakat melalui pendidikan, keagamaan, membantu masjid dan musala, serta berbagai kegiatan sosial lainnya. Ini merupakan bagian dari upaya melepaskan masyarakat dari kesulitan," katanya.
"Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, saya mengucapkan selamat milad ke-25 kepada seluruh keluarga besar LAZDAI Lampung. Semoga keistiqamahan ini membawa semakin banyak manfaat kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan LAZDAI Lampung Agus Kurniawan menyampaikan bahwa peringatan seperempat abad menjadi momentum untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Ia turut menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Lampung, Kementerian Agama, BAZNAS, mitra strategis, dan para donatur yang selama ini mendukung berbagai program LAZDAI.
Agus berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus diperkuat untuk memperluas manfaat program sosial, kemanusiaan, dan keagamaan bagi masyarakat Lampung. 
