23.3 C
Bandar Lampung
Sabtu 6 Juni, 2020 02:31 WIB
Beranda DAERAH Usai Nyabu Bareng Dua Istrinya, Bandar Narkoba Dicokok

Usai Nyabu Bareng Dua Istrinya, Bandar Narkoba Dicokok

 Tersangka bandar narkoba berinisial RM (30) warga Pekon Bandar Sukabumi Kecamatan Bandar Negeri Semoung (BNS), Tanggamus, berikut dua istri sirinya, ditangkap Polsek Kotaagung, Polres Tanggamus.

Dari penangkapan itu terungkap, istri keduanya berinsial SR alias Dewi (27) warga Desa Sumber Jaya Kecamatan Banyu Asin Kabupaten Banyu Asin Sumsel memakai sabu sejak hamil hingga melahirkan anak pertamanya yang saat ini berusia 3 bulan.

Kemudian istri ketiganya berinisial TA, warga Kecamatan Pematang Sawa, Tanggamus yang masih berumur 17 tahun juga mengaku dipaksa menggunakan sabu oleh RM. Padahal saat ini TA sedang hamil dengan usia kandungan 2 bulan.

Fakta lain terungkap, ternyata RM selama ini juga merupakan DPO Satresnarkoba Polres Tanggamus. Ia  diduga bandar narkoba berdasarkan penangkapan pada medio Desember 2019 dengan tersangka Hansori Soha Alias Han.

Kapolsek Kota Agung AKP Muji Harjono, mengungkapkan, ketiga tersangka ditangkap dalam serangkaian penyelidikan informasi masyarakat bahwa RM merupakan salah satu pengedar sabu.

Lalu berdasarkan informasi tersebut, pihaknya melakukan penangkapan usai RM bersama istri ketiganya yang berinisial TA (17), menggunakan sabu di salah satu kontrakan Pekon Kota Batu, Kotaagung.

Selanjutnya dilakukan pengembangan, ternyata RM juga telah mengkonsumsi sabu bersama istri keduanya berinsial SR alias Dewi di salah satu kontrakan di Kelurahan Pasar Madang, Kota Agung.

“Ketiganya ditangkap di dua tempat berbeda, yakni RM saat bersama istri ketiganya di Kota Batu dan istri keduanya di Pasar Madang pada Jumat (13/3/20) pukul 22.00 Wib,” ungkap AKP Muji Harjono mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto.

Lanjutnya, dari penangkapan itu pihaknya juga berhasil mengamankan barang bukti berupa seperangkat alat hisap/bong, 1 buah kaca pirex, 2 buah pipet dan 1 buah korek api gas.

“Barang bukti tersebut ditemukan di rumah kontrakan di Pekon Kota Batu. Namun itu juga yang digunakan terduga di rumah kontrakan Pasar Madang,” ujarnya.

Ditambahkannya, saat ini ketiganya berikut barang bukti dilimpahkan ke Satresnarkoba Polres Tanggamus guna proses penyidikan lebih lanjut.

Terpisah, Kasatresnarkoba Polres Tanggamus AKP Hendra Gunawan, mengatakan, pihaknya telah menerima pelimpahan tiga terduga penyalahguna Narkoba dari Polsek Kotaagung, Sabtu (14/3/20).

Menurut Hendra, pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan dan test urine terhadap ketiganya guna memastikan penyalahgunaan tersebut.

Dari hasil pemeriksaan, terungkap RM adalah daftar pencarian orang (DPO). Hal itu berdasarkan keterangan tersangka Hansori Soha alias Han yang terlebih dahulu ditangkap pada Rabu (25/12/19) lalu.

Dimana Hansori mengakui barang yang diamankan darinya berupa 60 plastik klip berisi sabu dengan berat bruto 16,65 gram merupakan barang haram yang didapatkan dari RM.

“RM merupakan DPO dari Bandar Narkoba yang terlebih dahulu ditangkap pada Desember 2019 atasnama tersangka Hansori Soha,” kata Hendra.

Hendra menegaskan, terhadap RM pihaknya telah menentukan pasal 112 UU Nomor 35 Tahun 2009. Namun terhadap dua istrinya masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

“Kami masih terus melaksanakan pengembangan dan penyelidikan. Namun karena RM terkait perkara terdahulu maka diterapkan pasal 112 UU Nomor 35 Tahun 2009, sementara dua istrinya menunggu hasil gelar perkara,” pungkasnya.

Sementara itu menurut SR alias Dewi ia baru mengetahui bahwa suaminya juga memiliki istri ketiga setelah petugas menangkapnya di rumah kontrakannya di Pasar Madang.

SR juga mengaku mengenal sabu dari suaminya bahkan memakai sabu sejak kondisinya hamil karena dipaksa oleh suaminya bahkan hingga anaknya lahir ia terus dipaksa memakai sabu.

“Terakhir dua hari lalu di kontrakan, tapi cuma tiga kali sedotan sebab anak saya menangis. Itu juga karna saya dipaksa oleh suami,” ucap SR sambil berderai air mata.

Ditempat sama, TA istri ketiga RM juga mengaku dipaksa oleh suaminya yang menikahinya pada Nopember 2019 lalu itu untuk memakai sabu di kontrakan Pekon Kota Batu.

TA juga menuturkan bahwa ia saat ini sedang mengandung anak RM dengan usai kehamilan 2 bulan dan mengaku baru sekali memakai sabu saat ditangkap tersebut.

“Kalo sabu saya tau sejak ia merantau di Tangerang. Tapi kalo pakai di kontrakan baru sekali pas ditangkap kemarin,” tandasnya.

EDITOR : ADI

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

Bantuan PKH Dan BPNT Di Pekon Sukaraja Semaka Carut Marut

 Carut marut terjadi dalam penyaluran Bantuan Kesejahteraan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)...

Pemkab Tanggamus Keluarkan Surat Edaran Tentang Ibadah Di Masa Pandemi

  Menyikapi perkembangan kebijakan dan kondisi pandemi Covid-19 saat ini, Pemkab Tanggamus mengeluarkan Surat Edaran tentang penyelenggaraan kegiatan keagamaan...

Pemkab Tanggamus Keluarkan Surat Edaran Keberlangsungan Usaha Di Tengah Pandemi

 Menyikapi perkembangan kebijakan dan kondisi pandemi Covid-19 saat ini, Pemkab Tanggamus mengeluarkan Surat Edaran, guna mendukung keberlangsungan usaha.

Pohon Tumbang Tutup Setengah Jalinbar Di Kotaagung Barat

 Pohon besar di pinggir jalan lintas barat (Jalinbar) tepatnya di ujung jembatan Wayawi Pekon Negarabatin, Kecamatan Kotaagung Barat,...
Translate »