28.4 C
Bandar Lampung
Rabu 3 Juni, 2020 11:21 WIB
Beranda KAMPUS Unila Hadirkan Pakar Tiga Negara Bahas 700 Ha Hutan Magrove Margasari

Unila Hadirkan Pakar Tiga Negara Bahas 700 Ha Hutan Magrove Margasari

RMOLLampung. Unila mengelaborasi pakar tiga negara dalam seminar internasional tentang lingkungan hidup berkaitan dengan 700 Ha Hutan Mangrove Margasari di Gedung Rektorat Unila, Bandarlampung, Kamis (20/9).

Seminar Internasional Community-Oriented and Watershed-based Approach for Harmonizing Enviromental Conservation and Regional Economy menghadirkan pembicara dari tiga negara : Indonesia, Filipina, dan Jepang.

Dari Indonesia, Prof. Muhajir Utomo, mantan rektor Universitas Lampung (Unila), yang membawakan materi berjudul Historical and Scientific Prespectives on Mangrove Conservation on Lampung.

Prof. Ryohei Kada dari Shijonawate Gakuen University dan Shiga University dari Filipina membawakan materi berjudul International Collaboration for Sustainable Resource Management ini Asia.

Dari Jepang, Prof. Kazue Fujiwara dari Yokohama National University yang membawakan materi berjudul Mangrove Conservation ADN Ecosystem Services: lessons from Asia experiece.

Seminar yang dibuka Rektor Unila Prof. Dr. Hasriadi Matakin, M.P. menghadirkan pula perwakilan dari Toyota Foundation, lembaga sosial yang terlibat pula dalam membantu pelestarian Hutan Mangrove Margasari.

Prof. Kada memaparkan konsep bagaimana mengembangkan 700 ha hutan mangrove yang dikelola lembaga penelitian dari Unila dan Jepang di Labuhan Maringgai, Lampung Timur.

Menurut dia, hutan magrove di Margasari, dapat menjadi benteng pencegah abrasi dan menahan tsunami. Jepang, Indonesia dan Filipina merupakan negara yang sama-sama berpotensi tsunami, katanya.

Di kawasan hutan magrove itu juga, kata Profesor Ryohei Kada, banyak sekali keanekaragaman hayati yang dapat menjadi potensi ecotourism sebagai pendapatan masyarakat lokal.

Sementara itu, Profesor Ryohei Kada mengatakan Unila adalah universitas yang proposal lingkungan hidupnya berhasil diterima. Hanya 15 proposal dari 300 proposal yang diterima Toyota Foundation.

Hutan Magrove

Hutan Mangrove Margasari dikelola serius oleh lembaga penelitian dari Jepang dan Universitas Lampung sejak tahun 2003. Hutan magrove yang memiliki lebar +/- 1 km dan panjang mencapai +/- 5 km.

Sehingga masyarakat sekitar mendapatkan berbagai macam manfaat antara lain kebutuhan air tawar dan terjaganya daratan dari pengikisan air laut.

Awal mula munculnya ide penyerahan hutan mangrove untuk keperluan pendidikan dicetuskan oleh Kepala Desa Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, Bapak Sukimin, pada tanggal 4 Desember 2004 (pada saat acara praktikum lapangan mahasiswa Jurusan Manajemen Unila Fakultas Pertanian Unila).

Sejak tahun 2003, Unila telah mulai menerapkan konsep kerjasama tiga pihak (tripartit), yang terdiri dari perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat (termasuk badan usaha/swasta).

Pada tanggal 25 Januari 2006, bertempat di Balai Desa Margasari Kecamatan Labuhan Maringgai, Pemkab Lamtim menyerahkan Ijin Lokasi Pengelolaan Hutan Mangrove seluas 700 hektare itu.

Jenis Mangrove

Jenis yang mendominasi adalah Rhizophora sp. (bakau) dan Avicennia sp. (api-api). Hutan mangrove yang masih baik kondisinya terdapat di Desa Purworejo dan Mulyosari, Kecamatan Pasir Sakti, serta Margasari dan Sriminosari, Kecamatan Labuhan Maringgai.

Bahkan, di desa Margasari terdapat Lampung Mangrove Center (LMC) yang dikelola oleh Universitas Lampung. Ketebalan pohon mangrove ada yang mencapai lebih 1.000 meter dengan ketebalan rata-rata mencapai 400 meter.

Fauna

Jenis burung di hutan mangrove desa Margasari Kecamatan Labuhan Maringgai sedikitnya dapat dijumpai sebanyak 20 spesies yang tercakup dalam 13 famili. Famili Ardeidae merupakan famili terbesar yang ditemukan di lokasi penelitian, dengan lima jenis burung.

Plocidae sebanyak tiga jenis burung, kemudian Comlumbidae dan Apopidae sebanyak dua jenis burung, dan Scolupacidae, Pynonotidae, muscicapidae, Ciconiidae, Anhinggidae, Anatidae, Alcedinidae dan Acciptridae sebanyak satu jenis burung.[hms]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

MUI Pastikan Pemprov Sumbar Tindaklanjuti Injil Berbahasa Minangkabau

 Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat (Sumbar) telah mengambil langkah cepat menyikapi persoalan yang berkembang di masyarakat Sumbar...

144 Calon Jamaah Haji Pesawaran Batal Diberangkatkan

 Sebanyak 144 Calon Jamaah Haji asal Kabupaten Pesawaran harus rela menunda keberangkatan Haji Tahun 2020.

BPKH: Pernyataan Dana Haji Untuk Perkuat Rupiah Tidak Terkait Pembatalan Haji

 Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) meluruskan kabar bahwa dana haji 600 juta dolar AS tidak terkait dengan pembatalan...

Harga Cabai Terhempas, Petani Berjaya Masih Jauh Panggang Dari Api

Petani berjaya agaknya masih jauh panggang dari api. Harga cabai merah terhempas dari sekitar Rp58 ribu/kg menjadi kisaran Rp10 ribu/kg. Writing is the accurate procedure...
Translate »