Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) dan Universitas Lampung (Unila) memperkuat kolaborasi akademik melalui forum Sharing Knowledge UNHAN–UNILA yang membahas penguatan ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global.
Kegiatan yang digelar secara daring pada Selasa 20 Oktober 2026 tersebut mempertemukan mahasiswa dan dosen dari Program Studi Magister Ekonomi Pertahanan Fakultas Manajemen Pertahanan Unhan RI dengan Program Studi Magister Ilmu Komunikasi FISIP Unila.
Mengusung tema "Penguatan Ketahanan Ekonomi Nasional melalui Sinergi Akademik dalam Menghadapi Dinamika Global", forum ini menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai keterkaitan kebijakan ekonomi pertahanan dan strategi komunikasi dalam mendorong kemandirian ekonomi nasional.
Kegiatan dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Manajemen Pertahanan Unhan RI, Laksamana Pertama TNI Dr. Yanda Dwira D. Firman Z., yang mewakili Dekan FMP Unhan RI.
Turut memberikan sambutan Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerja Sama FISIP Unila, Prof. Dr. Noverman Duadji, yang mewakili Dekan FISIP Unila Prof. Dr. Anna Gustina Zainal.
Forum tersebut juga dihadiri Ketua Program Studi Magister Ekonomi Pertahanan Unhan RI Kolonel Sus Dr. Suwito dan Ketua Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Unila Dr. Tina Kartika.
Dipandu moderator Fransiska Kharisma Christy, mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Unila, diskusi menghadirkan dua narasumber yang mengulas ketahanan ekonomi dari perspektif berbeda.
Narasumber pertama, Dede Rismawan, mahasiswa Magister Ekonomi Pertahanan Unhan RI, membawakan materi bertajuk "Komunikasi Strategis dalam Ekonomi Pertahanan: Membangun Ketahanan Informasi, Kepercayaan Publik, dan Legitimasi Kebijakan di Era Globalisasi".
Dalam pemaparannya, Dede menekankan pentingnya komunikasi strategis untuk membangun kepercayaan publik terhadap kebijakan ekonomi pertahanan.
Menurutnya, penyampaian informasi yang akurat, pengelolaan sumber daya secara akuntabel, serta kemampuan menghadapi disinformasi menjadi bagian penting dalam memperkuat legitimasi kebijakan di tengah perubahan situasi global.
Sementara itu, narasumber kedua, Delsi Aulia, mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Unila, mengangkat materi "Strategi Komunikasi Kolaboratif dalam Menggerakkan Komunitas dan Brand Lokal Menuju Panggung Global".
Delsi memaparkan pentingnya komunikasi kolaboratif dalam membangun jejaring komunitas dan memperkuat daya saing produk lokal.
Melalui pengembangan ekosistem kolaborasi dan pendekatan storytelling berbasis kearifan lokal, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai memiliki peluang lebih besar untuk memperluas pasar hingga tingkat internasional.
Pendekatan tersebut turut menyoroti potensi kolaborasi puluhan merek lokal dari sektor fesyen, kecantikan, dan kuliner untuk menembus pasar global secara kolektif.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari mahasiswa kedua perguruan tinggi.
Pembahasan tidak hanya menyentuh aspek kebijakan ekonomi pada tingkat nasional, tetapi juga bagaimana strategi komunikasi di tingkat komunitas dapat membantu pelaku usaha lokal berkembang dan berkontribusi terhadap ketahanan ekonomi.
Melalui forum ini, kedua program studi berupaya mempertemukan perspektif ekonomi pertahanan dan ilmu komunikasi dalam melihat tantangan kemandirian ekonomi Indonesia.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat penghargaan secara simbolis kepada narasumber dan moderator.
Ketua Program Studi Magister Ekonomi Pertahanan Unhan RI Kolonel Sus Dr. Suwito dalam sambutan penutupnya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kolaborasi akademik tersebut.
Ia berharap kerja sama antara Unhan RI dan Unila tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi dapat dikembangkan melalui kegiatan penelitian bersama dan pengabdian kepada masyarakat.
Kolaborasi lintas disiplin tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan ekonomi nasional dan meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global. 
