Kepala Kantor Perwakilan BI Lampung, Budiharto Setiawan/RMOLLampung

Ketua Persatuan Tunanetra (Pertuni) Lampung, Supron Ridisno mengeluhkan ciri-ciri keaslian uang baru. Hal ini dikarena ciri uang tidak lagi berdasarkan ukuran.

“Kalau dulu panjang sekian 10 ribu, panjang sekian 5 ribu, namun sekarang (ukuran) nyaris sama. Dulu saat saya jadi tukang pijat, saya dapat uang selalu diukur, namun sekarang nyaris sama,” kata Supron, pada Peringatan Hari Pertuni ke 54  yang diadakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Lampung, Rabu (26/2).

Saat ini ciri keaslian uang untuk tunanetra dibedakan dengan tanda stip pada sisi kanan dan kiri uang.

“Tingkat sensitive setiap orang berbeda-beda dalam membedakan uang,” jelasnya.

Selain kesulitan dalam membedakan uang, Ia juga mengaku kesulitan dalam mengakses Automatic Teller Machine  atau Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

“Kita punya duit gak bisa disimpan (ATM), atau kita bisa simpan tapi gak bisa ambil duit (ATM). Pada hal itu bisa menjadi peluang dalam bisnis online bagi kawan tunanetra,” jelasnya.

Ia berharap BI bisa menfasilitasi akses untuk kawan tunanetra dalam menggunakan ATM.

“BI memberikan kesempatan yang sama dalam untuk menabang. Karena banyak teman-teman yang tertolak dalam membuat rekening tabungan, kita harapkan BI juga membuat teman bisa mengakses atm-atm,” ujarnya.

Sementara Kepala Kantor Perwakilan BI Lampung, Budiharto Setiawan menjelaskan, yang membedakan uang rupiah adalah tanda garis (strip) pada sisi kanan dan kiri uang.

“Dulu kita mengenalnya bulat-bulat ya pak di dekat nominalnya, sekarang bergaris (strip). Sehingga ibu-ibu dan bapak-bapak tidak akan keliru dalam mengenali uang yang diterima,” kata Budiharto.

Tambahnya, sejak tahun 2016, ketika menerbitkan uang Negara Kesatuan Republik Indonesia BI mendapat masukan dari Pertuni untuk tanda-tanda yang mudah dikenali oleh kawan-kawan tunanetra. 

“Jadi kalau kita masyarakat umum mengetahui melalui 3D, dilihat, diraba, dan diterawang. Jadi memang kita mengakomodasi masukan-masukan dari penggunanya sendiri,” ujarnya.

Budiharto menjelaskan strip 1 menunjukkan pecahan Rp. 100 ribu, strip 2 menujukkan pecahan Rp. 50 ribu. “3 strip 20 ribu, 4 stip 10 ribu, 5 stip 5 ribu. 6 strip 2 ribu dan 7 stip 1 ribu,” jelasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here