Muzzamil, Andi Desfiandi, Resmen Khadafi/RMOLLampung

Tanggapan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2019 (9/12), tiga tokoh relawan Jokowi-Maruf dari Lampung setali tiga uang agar para koruptor dimiskinkan dan dipermalukan.

Ketiganya adalah Andi Desfiandi, Resmen Khadafi, dan Muzzamil.

“Bukan malah jadi pesohor,” kata Ketua Bidang Ekonomi DPP Perhimpunan Bravo-5 Andi Desfiandi kepada Kantor Berita RMOLLampung, Senin (8/12) malam.

Dia mengaku geram melihat masih tingginya tindak pidana korupsi yang makin diperangi makin tumbuh liar di Indonesia.

Andi berharap hukuman utama untuk koruptor adalah dimiskinkan dan dicabut hak politiknya seumur hidup. Hukuman pidana hanya pelengkap, katanya.

Kepada Kantor Berita RMOLLampung, Ketua BPD Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat (Almisbat) Lampung Resmen Kadafi menyatakan Hakordia 2019 momentum refleksi dalam pemberantasan korupsi yang sudah akut.

“Lembaga yang konsisten dalam melakukan hal-hal pencegahan korupsi harus berinovasi dalam pencegahan tentang bahaya korupsi di masyarakat,” ujar advokat muda lulusan Fakultas Hukum UBL ini.

Setali tiga uang, aktivis 1998 asal Lampung Muzzamil menohok jala fungsi koordinasi dan supervisi pencegahan korupsi oleh KPK. Ia meminta KPK terus memperlebar kanal kolaborasi eksekusinya di lapangan.

Mengutip data Ditjen Otda Kemendagri, sepanjang 2004 hingga Oktober 2018, terdapat 434 kepala daerah tersangkut kasus hukum oleh KPK, kepolisian, dan kejaksaan.

Dia merekomendasikan agar KPK sebagai rezim antikorupsi Indonesia mendaur ulang pemetaan basis yurisdiksi fungsi koordinasi dan supervisi pencegahan korupsi.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here