23.3 C
Bandar Lampung
Sabtu 6 Juni, 2020 00:19 WIB
Beranda HUKUM Terungkap, 10 Lebih Wanita Dari Lampung "Dijual" Ke Sorong

Terungkap, 10 Lebih Wanita Dari Lampung “Dijual” Ke Sorong

RMOLLampung. Sedikitnya 10 wanita dari Lampung “dijual” ke Irianjaya. Mereka dipekerjakan di kawasan prostitusi Sorong.

Penggiat perempuan dan politikus,Suprapti, menyatakan prihatin dan berharap kepolisian menghukum berat sindikatnya.

Polda Lampung memeroleh informasi sedikitnya ada 10 korban yang dipekerjakan di kawasan prostitusi Sorong, Papua Barat. Renakta Ditreskrimum Polda Lampung berusaha memulangkan mereka.

Kasus ini terbongkar setelah Mn (42) melaporan kehilangan putrinya. Tersangka, Febi Yuliana Dewi (19) ditangkap Senin (17/9), kata Dirreskrimum Polda Lampung Kombespol Bobby Marpaung, Rabu (19/9).

Suprapti mengecam komplotan perdagangan manusia. Tak ada tempat bagi human trafficking, ujar bacaleg nomor urut tiga dari Perindo untuk DPRD Lampung dari Dapil 1 Bandarlampung itu.

“Mereka harus dihukum seberat-beratnya agar tak ada lagi korban perdagangan manusia, tak ada tempat bagi mereka di dunia ini,” kata aktivis Forum Masyarakat Transparasi Lampung (FMTL) itu.

Menurutnya, perdagangan manusia dan seksual adalah kejahatan terhadap kemanusiaan. Untuk itu, ia mengharapkan kepada pemerintah untuk ikut serius menangani hal ini.

Perbudakan dan perdagangan manusia tidak boleh terjadi di Abad ke-21 ini. Pemerintah dan seluruh masyarakat harus bersatu demi memberantas kejahatan kemanusiaan semacam ini,” ujarnya.

Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Lampung AKBP I Ketut Suryana mengatakan sudah berkoordinasi dengan Kasatreskrim Sorong supaya menyelidiki lebih dalam soal perdagangan manusia ini.

Febi, tersangka, warga Garuntang, Telukbetung Selatan, Bandarlampung, mengaku memeroleh jasa Rp1 juta setiap mengirim satu orang ke Sorong. Di sana, wanita dari Lampung banyak.

Febi yang baru kembali dari Sorong ke Lampung dijerat UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Manusia.[hms]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

Bantuan PKH Dan BPNT Di Pekon Sukaraja Semaka Carut Marut

 Carut marut terjadi dalam penyaluran Bantuan Kesejahteraan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)...

Tak Ada Yang Gratis, Rapid Test Pelaku Perjalanan Dinas Dibayari Pemerintah

 Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana, membenarkan rapid test harus bayar Rp 350 ribu. Ia...

Rapid Test Di Diskes Lampung Bayar Rp 350 Ribu

 Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor Cabang Lampung yang juga wali santri, mengeluhkan biaya rapid test yang terlalu...

Gempa Tektonik 4,9 SR Di Lepas Pantai Kabupaten Pesisir Barat

Gempa tektonik berkekuatan 4,9 scala richter (SR) menggetarkan Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung,Jumat (5/6), pukul 11.04 WIB. Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG),...
Translate »