Gelombang laut setinggi 2 hingga 4 meter menghambat upaya pencarian Mulhakim bin Hamzah (55), pria yang dilaporkan melompat ke laut di Pantai Sayar, Pekon Kota Karang, Kecamatan Pesisir Utara, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, Kamis, 15 Oktober 2026.
Hingga pencarian hari pertama berakhir pada pukul 17.00 WIB, tim SAR gabungan belum menemukan keberadaan korban. Kondisi cuaca dan tingginya gelombang membuat pencarian ke arah tengah laut belum dapat dilakukan.
Komandan Unit Siaga SAR Pesisir Barat, Ari Winata, mengatakan tim melanjutkan pengamatan secara visual di sepanjang pantai pada malam hari. Sementara itu, pencarian menggunakan alat utama SAR dijadwalkan kembali berlangsung pada Jumat, 16 Oktober 2026, mulai pukul 07.00 WIB.
“Tim melanjutkan pengamatan secara visual pada malam hari di pinggir pantai sekitar lokasi kejadian. Kemudian operasi SAR menggunakan alut kembali dilanjutkan pada Jumat pukul 07.00 WIB sesuai rencana operasi hari kedua,” ujar Ari.
Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Berdasarkan keterangan saksi, Yolanda, yang merupakan keponakan korban, Mulhakim sebelumnya pulang ke rumah setelah bekerja membersihkan rumput di kawasan Way Lunik, pinggir Pantai Sayar.
Korban kemudian berjalan menuju tengah laut melewati hamparan batu karang yang berjarak sekitar 200 meter dari rumah saksi. Setibanya di lokasi, Mulhakim dilaporkan melompat ke laut dan terseret ombak.
Korban sempat terlihat melambaikan tangan untuk meminta pertolongan. Namun, besarnya ombak membuat saksi tidak berani menjangkau korban secara langsung. Saksi kemudian memanggil orang tuanya untuk memberitahukan kejadian tersebut.
Keluarga selanjutnya melaporkan peristiwa itu ke Polsek Pesisir Utara, yang meneruskan informasi kepada Basarnas Lampung.
Setelah menerima laporan pada pukul 13.38 WIB, Basarnas Lampung mengerahkan tim Rescue Unit Siaga SAR Pesisir Barat menuju lokasi kejadian. Tim tiba sekitar pukul 15.00 WIB, kemudian berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan dan melakukan asesmen untuk menentukan area pencarian.
Personel dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). Kedua tim menyisir garis pantai ke arah utara dan selatan dengan jarak masing-masing sekitar dua kilometer.
Operasi pencarian melibatkan Unit Siaga SAR Pesisir Barat, BPBD Pesisir Barat, Polairud Pesisir Barat, Koramil Pesisir Utara, Polsek Pesisir Utara, serta masyarakat dan nelayan setempat.
Sejumlah peralatan dikerahkan, antara lain perahu karet bermotor, kendaraan operasional, alat komunikasi, alat pelindung diri, peralatan selam, dan perlengkapan pendukung lainnya.
Basarnas menegaskan pencarian akan terus dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan cuaca dan kondisi gelombang demi menjaga keselamatan seluruh personel.
Masyarakat yang mengetahui informasi mengenai keberadaan korban diminta segera menghubungi tim SAR gabungan melalui Emergency Call Basarnas 115 atau WhatsApp Comm Center Basarnas Lampung di 0821-8004-8006. 
