Terkendala Administrasi Tiyuh, Warga Sakit di Tubaba Belum Bisa Akses Bantuan BAZNAS

•DAERAH
externalexternalexternalexternal
Terkendala Administrasi Tiyuh, Warga Sakit di Tubaba Belum Bisa Akses Bantuan BAZNAS
Kantor Pemerintah Tiyuh Pulung Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat/Sahmen

Article Header ImagePelayanan Pemerintah Tiyuh Pulung Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), disorot setelah permintaan penginputan data warga yang membutuhkan bantuan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) belum mendapat tindak lanjut.

Persoalan tersebut dialami Sukamti, warga RK 1 Tiyuh Pulung Kencana, yang menderita diabetes dan membutuhkan bantuan biaya transportasi untuk menjalani pengobatan rutin ke rumah sakit. Padahal, pengajuan dari pemerintah tiyuh diperlukan sebagai bagian dari prosedur administrasi BAZNAS untuk memverifikasi permohonan bantuan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, upaya meminta bantuan pemerintah tiyuh untuk menginput data Sukamti belum mendapatkan tanggapan. Saat didatangi ke kantor tiyuh, aparatur setempat menyampaikan bahwa tautan (link) untuk penginputan data sedang mengalami gangguan atau eror.

Namun, hingga harinya dihubungi pihak Tiyuh melalui cariknya, belum ada respons lanjutan terkait proses pengajuan bantuan tersebut.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan mengenai respons pemerintah tiyuh terhadap kebutuhan warganya, terlebih permohonan tersebut berkaitan dengan warga yang sedang sakit dan membutuhkan dukungan untuk menjalani pengobatan.

Perwakilan BAZNAS, Irfan Efendi, mengatakan bahwa selama ini Pemerintah Tiyuh Pulung Kencana belum pernah mengajukan permohonan bantuan melalui lembaganya, meskipun kantor BAZNAS berada berdekatan dengan tiyuh tersebut.

“Pulung memang enggak pernah buat pengajuan selama ini, padahal kantor BAZNAS sebelahan,” ujar Irfan kamis 8 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, pengajuan bantuan harus dilakukan oleh pemerintah tiyuh. Surat permohonan tersebut juga memerlukan tanda tangan camat dan kepala puskesmas sebagai bagian dari persyaratan administrasi.

“Iya, yang mengajukan tiyuh. Nanti ada tanda tangan camat dan kepala puskesmas di surat permohonannya,” jelasnya.

Di balik persoalan administrasi tersebut, Sukamti harus menjalani kehidupan dalam kondisi yang memprihatinkan. Ia tinggal seorang diri di rumah berdinding geribik setelah suaminya meninggal dunia sekitar 15 tahun lalu.

Dalam kesehariannya, Sukamti terkadang ditemani anak dan menantunya yang tinggal di wilayah Candra. Meski demikian, ia masih menghadapi kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pengobatan, terutama biaya perjalanan menuju rumah sakit.

Sukamti mengaku telah lama menderita diabetes kering. Penyakit tersebut terus memengaruhi kondisi fisiknya hingga tubuhnya semakin kurus.

Setiap pekan, ia harus menjalani pemeriksaan kesehatan di rumah sakit di Bandar Jaya. Kendati biaya pengobatannya menggunakan BPJS Kesehatan, biaya perjalanan pulang-pergi menjadi beban yang sulit dipenuhi.

“Saya berobat memakai BPJS, tetapi untuk biaya bolak-balik ke rumah sakit itu yang sulit,” ungkap Sukamti.

Di tengah keterbatasan tersebut, ia berharap dapat memperoleh bantuan dari BAZNAS untuk meringankan beban biaya perjalanan selama menjalani pengobatan.

Persoalan yang dialami Sukamti bukan semata-mata menyangkut penginputan data. Proses administrasi tersebut menjadi salah satu tahapan penting agar permohonan bantuan dapat diajukan dan diverifikasi oleh BAZNAS.

Karena itu, ketika warga membutuhkan bantuan untuk menghadapi persoalan kesehatan dan ekonomi, respons pemerintah tiyuh menjadi penting. Kendala teknis semestinya disertai kejelasan tindak lanjut agar warga tidak kehilangan kesempatan mengakses bantuan yang dibutuhkan.

Pemerintah Tiyuh Pulung Kencana perlu menjelaskan kendala yang terjadi, termasuk apakah gangguan tautan benar-benar menghambat penginputan data serta langkah yang telah atau akan dilakukan untuk menyelesaikan pengajuan Sukamti.

Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan langsung dari Pemerintah Tiyuh Pulung Kencana mengenai persoalan tersebut. Konfirmasi dari pihak tiyuh diperlukan untuk memastikan penyebab belum adanya tindak lanjut sekaligus memberikan ruang bagi penjelasan yang berimbang.

Di tengah perjuangan Sukamti melawan penyakit dan keterbatasan ekonomi, kepastian proses pengajuan bantuan menjadi hal yang dinantikan. Sebab, bagi warga yang sedang sakit, kelancaran pelayanan administrasi dapat menjadi langkah awal untuk memperoleh bantuan yang diharapkan.Article Image

Editor : Faiza Ukhti Annisa

Kata Kunci


Berita Terkait