28.4 C
Bandar Lampung
Rabu 3 Juni, 2020 10:26 WIB
Beranda PERISTIWA Teguh Santosa: Jangan Matikan Figur Potensial Pada Pilpres 2024

Teguh Santosa: Jangan Matikan Figur Potensial Pada Pilpres 2024

Masyarakat harus memberikan kesempatan kepada figur-figur baru untuk tumbuh sehingga siap bertarung di Pilpres 2019.

Hal ini disampaikan Pemimpin Umum RMOL Network Teguh Santosa dalam dialog Layar Demokrasi CNN Indonesia dengan tema “Narasi Anti Radikalisme dan Panggung Politik 212”, Senin malam (2/12).

“Kita perlu memberikan kesempatan terhadap figur-figur yang punya potensi untuk tumbuh,” kata Teguh dikutip Kantor Berita Politik RMOL.

Teguh menambahkan, hal ini perlu dilakukan agar masyarakat mempunyai pilihan ketika harus memilih pemimpin dalam kompetisi pilpres maupun pilkada.

“Sehingga nanti kalau kompetisi itu hadir, masyarakat akan diminta untuk menilai dari sekumpulan kandidat yang memang punya bobot,” paparnya.

Tak berhenti di situ, Teguh juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak mematikan karakter para calon-calon potensial seperti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

“Kasih ruang. Jadi kita punya pilihan,” tuturnya.

Lebih lanjut Teguh berharap ketika Pilpres 2024 banyak kandidat potensial yang ikut.

“Jangan pilihan kita cuma cebong sama kampret. Kita kan capek. Kita kan mau punya pilihan yang lebih menarik dan menunya variatif,” tutupnya.

EDITOR : Adi

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

Drama Dari UMNO

LIHATLAH foto ini. Dari kiri ke kanan: Muhyiddin Yassin, Anwar Ibrahim, Mahathir Mohamad, dan Najib Razak. Keempatnya masih merupakan politisi United Malays...

Pemilih PKS Pilih Anies, PDIP Ganjar, Nasdem Ridwan Kamil

Lembaga survei Media Survei Nasional (Median) memotret ada 23 tokoh yang memiliki popularitas dan elektabilitas untuk calon presiden 2024.

Sengketa Di Natuna, Rezim Xi Jinping Harus Mengubah Watak Komunis China

Penyelesaian sengketa di Laut China Selatan dan Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia di perairan Natuna sulit dilakukan selagi...

China Harus Disadarkan, Ini Bukan Zaman Kublai Khan

Klaim sejarah yang selalu digunakan pemerintah Republik Rakyat China (RRC) untuk mendukung klaim mereka atas perairan yang dinamakan Laut China Selatan sangat tidak relevan. Faktanya,...
Translate »