23.2 C
Bandar Lampung
Selasa 14 Juli, 2020 06:14 WIB
Beranda Tambahan Anggaran Pilkada Setengah T Rawan Untuk ÔÇÿBancakanÔÇÖ Korupsi
Array

Tambahan Anggaran Pilkada Setengah T Rawan Untuk ÔÇÿBancakanÔÇÖ Korupsi

 Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, bersama Komisi II DPR RI dan Penyelenggara Pemilu menyepakati pemungutan suara Pilkada Serentak akan dilaksanakan pada 9 Desember 2020.

KPU RI kemudian mengajukan usulan tambahan anggaran pilkada setengah triliun (T) lebih, persisnya Rp 535,9 miliar.

Pengamat Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unila Dedy Hermawan mengatakan, di tengah pandemi Covid-19, daripada setengah triliun itu dipakai untuk pemilu kenapa tidak dipakai untuk penanganan covid-19.

Ia menilai, sebaiknya dana yang ada digunakan untuk hal yang mendasar dan konstitusional, yaitu keselamatan warga negara. Ia mendukung pilkada ditunda hingga tahun 2021.

ÔÇ£Utamakan penyelesaian penghentian penyebaran covid-19, persiapan era new normal, dan recovery sosial dan ekonomi masyarakat, karena agenda ini membutuhkan biaya yang cukup besar,ÔÇØ kata Dedy kepada Kantor Berita RMOLLampung, Jumat (29/5).

Dedy melanjutkan, jika memang pilkada akan dilaksanakan 9 Desember mendatang, maka diperlukan pengawasan yang berlapis. Sebab, anggaran sebesar itu sangat rawan untuk ÔÇÿbancakanÔÇÖ korupsi.

ÔÇ£Potensi korupsi dapat terjadi dimana-mana, apalagi yang dananya besar, untuk itu perlu pengawasan yang berlapis untuk pencegahan korupsi,ÔÇØ ujarnya.

Diketahui, anggaran tambahan Rp 535,9 miliar ini akan digunakan untuk pengadaan alat pelindung diri (APD) bagi petugas pemilu dan pemilih. Diantaranya, sebanyak Rp263,4 miliar  digunakan untuk pembelian masker bagi 105 juta orang.

Kemudian, Rp259,2 miliar untuk pembelian alat kesehatan bagi petugas di tempat pemungutan suara (TPS) dan panitia pemutakhiran data pemilih. Rp10,5 miliar untuk pembelian alat kesehatan bagi panitia pemungutan suara (PPS) dan Rp2,1 miliar untuk panitia pemilihan kecamatan (PPK).

Hari ini, Jumat (29/5) KPU Provinsi Lampung bersama KPU Kabupaten dan Kota mengadakan rapat secara daring membahas rasionalisasi anggaran pilkada.

EDITOR : Adi

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

Pejuang Bravo Lima Konsolidasi Kepengurusan Dan Kawal Jokowi-Maruf

Pejuang Bravo Lima (PBL) Lampung konsolidasi dalam rangka prakondisi pemantapan pelantikan kepengurusan periode 2019-2024. Acara berlangsung di Emerald Bistro, Emerald Hill Residence, Jl RE Martadinata, Kelurahan...

2.465 Penyelenggara Pilkada Waykanan Jalani Pemeriksaan Kesehatan

 Sebanyak 2.465 orang penyelenggara adhoc Pilkada termasuk seluruh Pimpinan dan staf KPU Waykanan menjalani pemeriksaan kesehatan, Senin (12/7).

Kursi Nasir-Naldi Sudah Cukup Berlayar Di Pilkada Pesawaran

Kursi dukungan terhadap pasangan M. Nasir dan Naldi Rinara S Rizal sudah cukup untuk berlayar mengikuti kontestasi Pilkada 2020 Kabupaten Pesawaran. Setelah sebelumnya mengantongi empat...

Nasir-Naldi Terima Rekomendasi Pencalonan Dari DPP PAN

DPP Partai Amanat Nasional (PAN) menyerahkan dukungannya kepada M. Nasir dan Naldi Rinara S Rizal sebagai pasangan kepala daerah pada Pilkada Serentak 2020 Kabupaten...
Translate »