RMOLLampung. Zainudin Hasan mengaku tidak tahu uang apa dan darimana yang diterimanya selama ini. “Tapi, saya juga tidak menolaknya,” ujar bupati nonaktif Lampung Selatan.

“Saya gak meminta dan saya tidak menolak, hanya diberi. Jadi, saya gak tahu pekerjaan apa dan darimana uang itu,” katanya. Dia juga mengaku tak pernah tanya darimana dan sudah berapa yang diberikan kepadanya.

Hal itu dikatakannya ketika duduk sebagai saksi suap proyek infrastruktur Dinas PUPR Lampung Selatan yang dilakukan Gilang Ramadhan dalam sidang di PN Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungkarang, Rabu (31/10).
 
Ketua Majelis Hakim Mien Trisnawati “nyeletuk” : enggak tau uang darimana, untuk apa, karena apa, tapi anda terima, enak sekali ya?

Mien Trisnawati lalu bertanya apakah semua uang yang diterima Zainudin Hasan melalui Agus Bhakti Nugroho (ABN)?

Zainudin Hasan mengiyakannya. Dia mengakui tidak pernah menghitung uang yang diberikan Agus Bhakti Nugroho tersebut. Hanya, dalam ATM Mandiri, kakak Walikota Bengkulu Helmi Hasan ini masih ada utuh Rp1 miliar.


Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK RI Taufiq Ibnugroho rencana menghadirkan tujuh saksi, termasuk Zainudin Hasan dan Zulkifli Hasan, ketua MPR RI atas kasus OTT penyuapan proyek oleh Gilang Ramadhan di Dinas PUPR Lamsel.

Gilang didampingi Penasehat Hukum (PH) Luhut Simanjutak. Dia didakwa telah melakukan gratifikasi untuk mendapatkan 15 paket proyek di Dinas PUPR dengan total Rp1,4 miliar.

Gilang disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) dan Pasal 13 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001.

Sebelumnya, Rabu (24/10), KPK RI menghadirkan empat  saksi, yakni anggota DPRD Lampung Agus Bhakti Nugroho, Kadis PUPR Lamsel Anjar Asmara, Kadisdik Lamsel Thomas Americo, dan Kabid Pengairan Dinas PUPR Lamsel Sahroni.

Dalam sidang, keempat saksi mengungkap beberapa fakta yang belum pernah terungkap.

Dalam sidang itu , jaksa penuntut umum Wawan Yurwanto sempat menanyakan nominal uang setoran fee proyek yang diterima dan dikumpulkan Agus BN lalu disetorkan kepada Zainudin Hasan selama periode 2016-2018.

Pasalnya, berdasarkan BAP, nilai totalnya mencapai Rp 54 miliar.

Dengan rincian Rp 26 miliar pada tahun 2016, Rp 20 miliar tahun 2017, dan Rp 8 miliar tahun 2018.[hms] 

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here