Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto masih menghadapi persoalan kepuasan publik. Survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan 64 persen responden menyatakan tidak puas terhadap pelaksanaan program tersebut.
Angka itu terdiri dari 52 persen responden yang mengaku tidak puas dan 12 persen lainnya menyatakan sangat tidak puas. Sementara itu, responden yang merasa puas tercatat 27 persen dan sangat puas sebesar 9 persen.
Temuan tersebut dipaparkan Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah dalam rilis survei bertajuk “Refleksi Dua Tahun Kinerja Kabinet Merah Putih” yang digelar secara daring, Minggu (25/10/2026).
Data tersebut memperlihatkan bahwa tingginya pengenalan masyarakat terhadap MBG belum sejalan dengan tingkat kepuasan terhadap program tersebut.
IPO mencatat 39 persen responden mengetahui MBG meski bukan penerima manfaat, sedangkan 24 persen mengetahui sekaligus menjadi penerima program. Hanya 2 persen responden yang mengaku sama sekali tidak mengetahui MBG.
Dengan demikian, program yang menyasar pemenuhan gizi masyarakat itu telah dikenal luas, tetapi penilaian publik terhadap pelaksanaannya masih menyisakan persoalan.
Selain MBG, survei IPO juga menemukan tingkat ketidakpuasan terhadap kondisi ekonomi saat ini mencapai 41 persen. Rinciannya, 37 persen responden menyatakan tidak puas dan 4 persen lainnya sangat tidak puas.
Dedi menilai persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi tidak selalu sejalan dengan penilaian terhadap kinerja para menteri. Menurutnya, kepercayaan publik terhadap para pembantu presiden dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penilaian tersebut.
“Kondisi ekonomi yang dianggap baik ternyata tidak linier dengan penilaian terhadap para menteri, ini bisa jadi adanya faktor kepercayaan publik pada menteri berkaitan,” ujar Dedi kepada Kantor Berita RMOLJabar.
Ia menambahkan, hasil tersebut mengindikasikan kinerja para menteri, terutama yang membidangi sektor ekonomi, belum sepenuhnya memenuhi harapan masyarakat.
Survei IPO dilakukan secara nasional dengan melibatkan 1.200 responden menggunakan metode Multi Stage Random Sampling atau penarikan sampel acak bertingkat hingga tingkat rukun tetangga (RT).
Survei tersebut memiliki margin of error sebesar 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Responden merupakan warga berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah, serta bukan anggota keluarga aktif TNI maupun Polri.
Hasil survei ini menjadi catatan bagi pemerintah bahwa pengenalan luas terhadap program MBG belum otomatis menghasilkan kepuasan publik. Evaluasi pelaksanaan program menjadi penting agar manfaat yang dijanjikan dapat dirasakan sesuai harapan masyarakat. 
