Surplus Perdagangan Lampung September 2026 Tembus 543,58 Juta Dolar AS

Surplus Perdagangan Lampung September 2026 Tembus 543,58 Juta Dolar AS
Ilustrasi/Net

Article Header Image Neraca perdagangan luar negeri Provinsi Lampung mencatatkan surplus sebesar 543,58 juta Dolar AS pada September 2026. Capaian tersebut ditopang nilai ekspor yang mencapai 672,57 juta Dolar AS, jauh melampaui nilai impor sebesar 128,99 juta Dolar AS.

Pranata Komputer Ahli Madya Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, Hermawan Prasetyo mengatakan, nilai ekspor Lampung pada September 2026 meningkat 23,79 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 543,32 juta Dolar AS.

Secara kumulatif, nilai ekspor Lampung sepanjang Januari-September 2026 mencapai 4,97 miliar Dolar AS. Angka tersebut meningkat 3,05 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat sebesar 4,82 miliar Dolar AS.

Dari sisi pelabuhan muat, ekspor Lampung masih didominasi pengiriman melalui pelabuhan di dalam provinsi. Nilainya mencapai 4,08 miliar Dolar AS atau berkontribusi 82,10 persen terhadap total ekspor. Sementara pengiriman melalui pelabuhan di luar Lampung menyumbang 17,90 persen.

"Amerika Serikat menjadi negara tujuan ekspor terbesar Lampung selama Januari-September 2026 dengan nilai 759,27 juta Dolar AS atau 15,27 persen dari total ekspor," katanya, Senin, 2 November 2026.

Posisi berikutnya ditempati Tiongkok dengan nilai 577,59 juta Dolar AS atau 11,62 persen, serta Belanda sebesar 405,83 juta Dolar AS atau 8,16 persen.

"Komoditas lemak dan minyak hewani/nabati mendominasi ekspor ke ketiga negara tersebut," jelasnya.

Secara keseluruhan, komoditas lemak dan minyak hewani/nabati menjadi penyumbang ekspor terbesar Lampung dengan nilai 2,21 miliar Dolar AS atau 44,50 persen.

Disusul kopi, teh, dan rempah-rempah sebesar 783,47 juta Dolar AS atau 15,76 persen, serta bahan bakar mineral senilai 737,66 juta Dolar AS atau 14,84 persen.

Sementara itu, nilai impor Lampung pada September 2026 tercatat sebesar 128,99 juta Dolar AS. Angka tersebut naik 9,99 persen secara tahunan dibandingkan September 2025 yang mencapai 117,27 juta Dolar AS.

Namun, secara kumulatif nilai impor sepanjang Januari-September 2026 justru mengalami penurunan 25,86 persen menjadi 1,20 miliar Dolar AS. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, nilai impor Lampung mencapai 1,62 miliar Dolar AS.

Amerika Serikat menjadi negara asal impor terbesar dengan nilai 198,44 juta Dolar AS atau 16,48 persen dari total impor. Komoditas utama yang didatangkan dari negara tersebut adalah biji dan buah mengandung minyak senilai 70,51 juta Dolar AS.

Jerman berada di posisi kedua dengan nilai impor 159,92 juta Dolar AS atau 13,28 persen. Impor dari negara tersebut didominasi kapal, perahu, dan struktur terapung senilai 149,50 juta Dolar AS.

Selanjutnya Australia mencatatkan nilai impor sebesar 159,80 juta Dolar AS atau 13,27 persen, dengan komoditas utama berupa binatang hidup senilai 156,36 juta Dolar AS.

Adapun tiga komoditas impor terbesar Lampung sepanjang Januari-September 2026 meliputi ampas dan sisa industri makanan sebesar 190,11 juta Dolar AS atau 15,79 persen, binatang hidup sebesar 156,36 juta Dolar AS atau 12,99 persen, serta kapal, perahu, dan struktur terapung sebesar 149,50 juta Dolar AS atau 12,42 persen. Article Image

Editor : Tuti Nur Khomariyah

Kata Kunci


Berita Terkait