23.8 C
Bandar Lampung
Minggu 31 Mei, 2020 05:06 WIB
Beranda OPINI Surat Terbuka Paus Sastra Lampung Buat Arinal Djunaidi

Surat Terbuka Paus Sastra Lampung Buat Arinal Djunaidi

Oleh Isbedy Stiawan ZS

PANDEMI Covid 19 telah melantak tatanan hidup manusia! Nasib para pekerja seni ikut terhempas sepinya kegiatan seni akibat teror virus corona.

Saya membuat surat terbuka sebagai gayung bersambut surat terbuka Samsul Arifien sebagai ketua para seniman untuk Gubernur Lampung Arinal Junaedi.

Samsul pantas memperjuangkan para seniman agar seni bergeliat terus.

Covid-19 memang memorak seluruh lini: politik, sosial, ekonomi, persahabatan/persaudaraan, dan seterusnya.

Pemerintah tak mau berlakukan lockdown lantaran berisiko “menghidupi” rakyat, di saat ekonomi RI juga terpuruk.

Diizinkannya pemerintah daerah yang mau pembatasan sosial berskala besar (PSBB) agar tanggung jawab nasib manusia ditanggung kawasan setempat.

Tapi sebetulnya saran diam di rumah saja telah diikuti sebagian masyarakat sejak 14 Maret 2020. Sekolah dari rumah, ibadah dari rumah; hanya kerja – sebagian ASN ternyata tak dilakukan — dan seterusnya.

Bagi buruh harian jelas berat tinggal di rumah saja. Buruh di sini bisa kuli angkut barang, ojol, pengawas di pelabuhan.

Juga seniman (panggung) atau seniman yang berkreasi dari acara ke acara serta berkarya baru menghasilkan uang.

Soal pedagang di pasar yang dilarang lalu dilawan karena jika tak berjualan, dari mana mereka bisa menghidupi keluarga.

Sudah banyak info ini di media. Bahkan, korban dari sekolah di rumah saja; karena sulit signal akhirnya baik menara masjid dan terjatuh hingga tewas, juga ada beritanya.

Para seniman luar Lampung juga banyak yang menjerit. Penari latar Madona dari Solo juga mengakui ini. Sejumlah event di Eropa akhirnya dibatalkan.

Teater dari Bandung dengan sutradara Wawan Sofwan yang seharusnya pentas di Indonesia Kaya sponsor Djarum Kudus, mau tak mau manggung melalui aplikasi media digital.

Begitu pun Arman Maulana cs akhirnya tampi di studio yang hanya ditonton kru teve dan artis yang tampil.

Lalu saya dengar juga para seniman Riau yang meminta gubernur setempat memikirkan nasib seniman.

Tapi di tengah lintas pandemi Covid 19 ini, kreativitas seniman tak pernah mati. Bahkan menyala, bersyahwat kreatif yang dahsyat!

Arcana Foundation membuat program Cinta Puisi Para Penyair Nusanrara. Program yang sudah angkatan kedua ini dapat dukungan Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI.

Tiap penyair yang diundang baca dari rumah saja mendapat honor Rp1 juta. Alhamdulillah saya masuk di dalamnya yang diundang.

Membangkitkan kejenuhan sehingga bisa mematikan kreativitas, dibuatlah acara-acara pentas seni di rumah oleh komunitas seni. Tampil siaran langsung di FB, IG, maupun zoom.

Seandainya gubernur/walikota/bupati jeli, peluang ini bisa difasilitasi. Para seniman didanai, pentas seni dan berkarya dari rumah.

Kemudian disiarkan di akun media sosial. Ini bisa sedikit menguatkan hati masyarakat.

Dan, kita lupa sekejap saja dengan situasi saat ini. Dan masyarakat lain yang juga memprihatinkan sebab hidupnya dapat hari ini, segera kucurkan bantuan itu.

Di situ ada hak untuk rakyat. Jadilah Umar di kala benar-benar kesulitan ini.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

Isbedy Kembali Manggung Dengan Sastrawan Nasional Secara Online

Seni Pertunjukan Online Sesi XV disiarkan langsung melalui grup FB Meditasi Coronavirus akan menampilkan 4 seniman spesial, Minggu malam (17/5). Acara yang dimulai pukul 20.30...

Surat Terbuka Seniman Buat Pak Arinal Djunaidi

booOLEH SAMSUL ARIFIN PANDEMI Covid-19 mengguncang pertahanan ekonomi keluarga hampir semua strata sosial masyarakat. Banyak warga yang semula tidak terkategori sebagai kaum miskin dan bukan penerima...

Isbedy: Bangunkan Minat Baca Dari Individu

Demokrasi hanya akan berkembang di suatu masyarakat yang para warganya adalah pembaca, adalah individu-individu yang merasa perlu untuk...

75 Penyair Antar Puisi Pada Festival Puisi Internasional Di Lampung

Sebanyak 75 penyair sudah mengantar puisi untuk Tegal Mas Island Festival Puisi Internasional yang akan digelar 24-26 Januari...
Translate »