28.4 C
Bandar Lampung
Rabu 3 Juni, 2020 09:27 WIB
Beranda FOOTNOTE Gula Langka, Penimbunannya Positifkah?

Gula Langka, Penimbunannya Positifkah?

Pro dan kontra penimbunan positif dan negatif bergulir pascasidak Bareskrim Mabes Polri ke gudang-gudang gula di Lampung.

“Saat gula langka dan mahal, apakah penimbunan gula hingga ratusan ribu ton itu bisa disebut penimbunan positif?” tanya Abdullah Fadri Auli.

Menurut Koordinator Lampung Goverment Watch (LGW) itu, penimbunan tersebut termasuk negatif.

Alasan mantan anggota DPRD Lampung itu, stok gula ribuan ton saat gula langka dan mahal sama saja dengan penimbunan negatif.

“Akibat penahanan gula dalam jumlah sangat banyak, rakyat menjadi semakin kesulitan memerolehnya,” katanya, Jumat (20/3).

Terbukti juga, Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit mengatakan stok gula 75-100 ribu ton tersebut tak ada dalam datanya.

Seharusnya, katanya, gula tersebut seharusnya sudah didistribusikan dan beredar di pasar hingga bulan April-Mei nanti.

Berarti, kata Aab, ada penimbunan gula tersebut dan berdampak negatif karena makin memperparah peredaran gula di pasaran.

Eddy Rifai yang kebetulan pengajar di Fakultas Unila mengatakan penimbunan negatif merupakan istilah polisi.

Namun, dalam praktek, katanya, ada istilah penimbunan yang dilarang dan penimbunan yang dibolehkan.

Tetapi, kata dia, syarat dan rincian yang bagaimana yang dilarang dan dibolehkan menjadi kelemahan perundang-undangan.

Sehingga, kata Eddy Rifai, peraturannya perlu disempurnakan.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan tidak ada penimbunan gula.

“Tidak ada penimbunan untuk hal yang negatif. Yang ada, penimbunan untuk hal positif,” katanya, Rabu (18/3).

Yang pasti, pascasidak Bareskrim Mabes Polri, gula-gula tersebut harus didistribusikan sebanyak 33 ribu ke Jakarta.

Perusahan gula sepakat perintah Mabes Polri yang telah berkoordinasi Satgas Pangan Pemprov Lampung dan perusahaan gula.

Perusahan gula tersebut: PT Indo Lampung Perkasa, PT Sweet Indo Lampung (SIL), PT Gula Putih Mataram (GPM), PTPN, dan PT Gunung Madu Plantation (GMP).

“Hasil kesepakatan, perusahaan gula melepas stoknya 39.872 ton selama 60 hari mulai 18 Maret 2020 dengan harga HET Rp12.500/kg,” kata Pandra.

Ditambahkannya, sasaran penyebaran gula untuk operasi pasar ke DKI Jakarta dan Provinsi Lampung.

 

EDITOR : herman bm
Sumber : herman bm

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

Kartel Gula Pasir Diduga Bermain Di Lampung

DPW Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat Gema Masyarakat Lokal (LPKSM) GML Lampung menduga kartel gula pasir masih bermain di daerah ini. "Saat pademi Covid-19, kami...

Lolok, Kadis Bilang Penimbunan Gula Miss Komunikasi.

Lolok, sudah berbulan-bulan gula langka dan harganya meroket, ada perusahaan nimbun gula hingga ribuan ton dibilang hanya miss komunikasi, kata Rakhmat Husein DC. Penggiat demokrasi...

Janggal, Ada Penimbunan Gula Tak Ada Tindakan Arinal

Direktur JLBHI LBH Bandarlampung Chandra Muliawan, SH, MH, CLA merasa ada yang janggal atas tidak dilanjutinya temuan penimbunan gula oleh Gubenur Lampung Arinal Djunaidi. "Jelas-jelas...

Yusdianto Yakin Jokowi Tahu Ada “Raja Olah”Ngolah Gula

Yusdianto, doktor hukum dan tata negara, yakin Presiden Jokowi tahu ada "raja olah" bermain gula hingga puncaknya terjadi sidak ke pabrik gula di Lampung. Padahal,...
Translate »