Dugaan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi untuk operasional kendaraan distribusi barang jaringan ritel Alfamart di Kabupaten Lampung Utara mulai terungkap.
Perwakilan PT Serasi Logistik Indonesia (SELOG), Rohman, yang bertugas sebagai sopir sekaligus menangani sejumlah pekerjaan operasional, mengungkapkan bahwa setiap pengemudi mendapat jatah Biosolar sebelum melakukan pengiriman barang. Jumlahnya disesuaikan dengan jarak tempuh perjalanan.
Saat dikonfirmasi di Distribution Center (DC) PT Sumber Alfaria Trijaya, Kecamatan Abung Selatan, Lampung Utara, Rabu (4/11/2026), Rohman menyebut sopir yang mengirim barang ke wilayah dalam kota mendapat jatah sekitar 5 hingga 10 liter Biosolar.
Sementara untuk pengiriman ke luar kota, jatah BBM bisa mencapai 50 liter. Jumlah tersebut mencakup kebutuhan perjalanan pergi dan kembali ke gudang.
Berdasarkan data yang disampaikan pihak PT SELOG, terdapat sekitar 50 unit kendaraan boks yang beroperasi setiap hari untuk mendistribusikan barang.
Rohman menjelaskan, surat jalan beserta uang operasional dan pembelian BBM diberikan secara tunai oleh petugas checker bernama Ralo. Pemberian tersebut dilakukan setelah petugas menerima data pendistribusian barang dari manajemen PT Sumber Alfaria Trijaya.
"Dikasih surat jalan. Kalau uang jalan untuk operasional dan beli Biosolar dikasih tunai. Jadi pas kita ngisi minyak itu kita bayar cash," ujar Rohman.
Mengenai lokasi pengisian BBM, Rohman mengatakan para sopir tidak diwajibkan mengisi di satu SPBU tertentu, termasuk SPBU Kembang Tanjung Bu Jum. Pengemudi diperbolehkan mengisi di SPBU lain apabila memungkinkan.
Namun, ketika dimintai penjelasan lebih jauh mengenai mekanisme operasional armada dan kebijakan perusahaan terkait penggunaan Biosolar, Rohman mengarahkan awak media untuk menghubungi pimpinannya di Bandar Lampung, Rudi.
Menurutnya, Rudi merupakan perwakilan PT SELOG yang berhubungan dengan kantor pusat perusahaan di Jakarta.
Terpisah, Rudi saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp meminta wartawan menyampaikan permohonan konfirmasi secara tertulis. Surat tersebut, kata dia, akan diteruskan kepada bagian legal dan manajemen kantor pusat atau Head Office (HO).
"Salam kenal. Terkait wawancara, mohon bisa dibuatkan surat resmi ya bang agar nanti dapat saya sampaikan ke legal kami dan manajemen di HO (Head Office) ya bang serta feedbacknya," ujar Rudi.
Sebelumnya, aktivitas sejumlah kendaraan yang diduga mengangkut barang dagangan untuk gerai Alfamart di Lampung Utara menggunakan solar subsidi telah menjadi sorotan.
Dugaan tersebut mencuat setelah seorang sopir truk ditemukan sedang mengantre pengisian solar subsidi di SPBU 24.345.82 Kembang Tanjung, Kecamatan Abung Selatan, Selasa (3/11/2026).
Saat dikonfirmasi, sopir tersebut mengaku rutin mengisi solar subsidi di SPBU itu sebelum menjalankan pengiriman barang ke sejumlah toko tujuan.
Ia juga menyebut kendaraan yang digunakan berasal dari gudang Alfamart. Untuk menjalankan tugas distribusi, sopir mengaku hanya menerima surat jalan serta uang operasional dan pembelian BBM.
"Iya (dari gudang Alfamart). Ini masih antre Solar," ujarnya saat itu.
Di lokasi berbeda, awak media juga menemukan surat jalan yang mencantumkan nama PT Serasi Logistik Indonesia, perusahaan yang disebut sebagai penyedia jasa logistik untuk distribusi barang ke jaringan ritel Alfamart.
Sementara itu, saat mendatangi SPBU 24.345.82 Kembang Tanjung untuk meminta klarifikasi, awak media mendapat keterangan dari salah seorang petugas bahwa pemilik SPBU sedang tidak berada di tempat.
"Ibu lagi enggak ada di kantor, sedang istirahat," kata petugas tersebut.
Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan lebih lanjut dari manajemen PT SELOG maupun pihak PT Sumber Alfaria Trijaya mengenai mekanisme penggunaan Biosolar untuk operasional armada distribusi tersebut. 
