23.3 C
Bandar Lampung
Jumat 7 Agustus, 2020 05:23 WIB
Beranda OPINI Solusi Agar Dunia Pendidikan Indonesia Lolos Dari Badai Covid-19

Solusi Agar Dunia Pendidikan Indonesia Lolos Dari Badai Covid-19

Oleh Dr. Andi Desfiandi, SE,. MA

PROGRAM Organisasi Penggerak (POP) dari Kemendikbud rencananya akan segera dimulai setelah melalui beberapa tahapan sebelumnya.

POP merupakan program peningkatan kualitas pendidikan dan penguatan sumber daya manusia yang digagas Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud.

Skema pembiayaannya menurut kemendikbud ada tiga model, yaitu APBN murni (100% dibiayai oleh APBN), matching fund (sebagian dibiayai APBN dan sebagian organisasi penggerak), dan terakhir skema mandiri yang keseluruhannya dibiayai oleh organisasi penggerak.

Muncul kehebohan setelah dua ormas Islam besar menyatakan mundur dari program tersebut dengan alasan tertentu, yaitu Muhamadiah dan NU. Disusul kemudian, PGRI.

Saya tidak akan membahas masalah mundurnya organisasi tersebut dan apa alasan-alasannya tapi saya lebih ingin mengulik urgensi program saat pandemi Covid-19.

Saat ini, permasalahan besar semua negara termasuk Indonesia adalah kesehatan dan ekonomi yang kemudian berdampak pada sosial, politik dan keamanan.

Covid-19 tak melulu berdampak pada kesehatan masyarakat tetapi lebih luas lagi yaitu dampak ekonomi dan daya beli masyarakat.

Banyak usaha berjatuhan yang akhirnya berdampak pada pemutusan hubungan kerja yang akhirnya bisa mengganggu situasi politik dan keamanan dalam negeri.

Efek domino yang diakibatkan oleh pandemi ini begitu luar biasa pada seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk sektor pendidikan.

Pemerintah harus mampu menyusun program-program yang tepat sasaran, tepat waktu, komprehensif atau holistik dan selaras saling memperkuat program satu dengan lainnya.

Termasuk, program pendidikan nasional yang harus pula sejalan dalam upaya memerangi dampak pandemi, tanpa melupakan visi utamanya dalam pendidikan nasional.

Misalnya program POP yang jadi polemik akhir-akhir ini. Program tersebut seharusnya dipertimbangkan manfaatnya terhadap solusi masalah kesehatan dan pemulihan ekonomi sektor pendidikan bagi anak didik, guru dan tenaga kependidikan dan juga lembaga pendidikannya itu sendiri.

Apakah program POP tersebut telah tepat sasaran/tepat guna dan berdampak positifnya buat anak didik, guru dan tenaga kependidikan serta lembaga pendidikannya?

Sepertinya, untuk saat ini, kurang tepat dijalankan karena tidak akan efektif saat pandemi dan sudah sepantasnya dievaluasi dan digantikan dengan program yang lebih tepat guna.

Misalnya, Kemendikbud memberikan insentif internet kepada anak didik, guru dan lembaga pendidikan.

Atau, pihak kementerian memberikan insentif honor kepada guru dan lembaga pendidikan, tambahan biaya operasional untuk fasilitas daring, serta program-program lainnya dalam rangka penguatan daya beli/ekonomi sektor pendidikan.

Semua faktor tersebut memberikan dampak pada kualitas pembelajaran secara tidak langsung.

Begitu banyak mungkin siswa yang tidak mampu membeli kuota internet, begitu juga dengan guru, bahkan banyak juga sekolah yang tidak mampu menggaji guru dan tenaga kependidikan akibat menurunnya pendapatan.

Mungkin saja alat komunikasi daring yang dimiliki sekolah tidak bisa mengakomodasi pembelajaran daring bahkan mungkin untuk biaya berlangganan internet dan zoom saja tidak mampu.

Hal-hal tersebut yang perlu dipertimbangkan kemendikbud dalam alokasi anggaran dan programnya.

Begitupula dengan kementerian lainnya termasuk juga seluruh elemen masyarakat dan pihak swasta.

Kita semua dalam perahu yang sama, di tengah laut yang sama, dan juga di tengah badai yang sama. Seluruh awak dan penumpang harus bekerjasama dan mengikuti keputusan nahkoda agar dapat melewati badai tersebut.

Wallahualam.

*Praktisi pendidikan di Lampung

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

Tujuh Jurus UMKM Lolos Dari Pusaran Pandemi Covid-19

Oleh Andi Desfiandi* HANYA ada dua skenario ekonomi Indonesia bahkan dunia saat prahara pandemi Covid-19 ini , yaitu skenario buruk dan sangat buruk bahkan kolaps. Sangat...

Selamat Datang Di Negeri “Ramah” Corona

Oleh Dr. Andi Desfiandi, MA* COVID-19 sepertinya bakal betah berlama lama bersemayam di negeri kita tercinta sejak pertama kali diumumkan secara resmi oleh pemerintah pada...

Empat Strategi Siapkan Ketahanan Pangan Dari Turbulensi Covid-19

Oleh Dr. Andi Desfiandi, MA* WALAU baru berjalan empat bulan melanda dunia dan baru dua bulan menyusup ke Indonesia, pandemi Covid-19 telah dan bakal terus...
Translate »