Singkong hingga Bioetanol Jadi Bidikan Hilirisasi Itera dan Pemprov Lampung

Singkong hingga Bioetanol Jadi Bidikan Hilirisasi Itera dan Pemprov Lampung
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Rektor Itera Prof. Elfahmi/dok

Article Header Image Singkong, kopi, jagung, dan padi menjadi komoditas unggulan Lampung yang dibidik untuk dikembangkan melalui hilirisasi berbasis teknologi.

Institut Teknologi Sumatera (Itera) bersama Pemerintah Provinsi Lampung sepakat memperkuat kolaborasi riset aplikatif guna meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Kesepakatan tersebut mengemuka dalam pertemuan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Rektor Itera Prof. Elfahmi dan jajaran pimpinan kampus di Mahan Agung, Bandar Lampung, Senin malam, 2 November 2026.

Dalam pertemuan itu, Rektor Itera memaparkan sejumlah hasil penelitian yang berpotensi mendukung pengembangan industri hilir di Lampung. Beberapa di antaranya mencakup pengolahan singkong, kopi, hingga pengembangan bioetanol.

Melalui penguasaan sains dan teknologi, hasil penelitian perguruan tinggi diharapkan mampu mengubah komoditas mentah menjadi produk dengan nilai tambah lebih tinggi.

Salah satu pendekatan yang ditawarkan adalah riset berbasis kebutuhan atau need-based research. Model ini menempatkan persoalan nyata masyarakat sebagai dasar pengembangan penelitian dan inovasi teknologi.

Dalam skema tersebut, Itera menawarkan hasil riset yang berpotensi diterapkan, sementara Pemprov Lampung memberikan masukan mengenai kebutuhan prioritas pembangunan, terutama persoalan yang dihadapi masyarakat perdesaan.

Kolaborasi juga diarahkan pada penyediaan teknologi pengering atau dryer untuk memperkuat penanganan pascapanen tiga komoditas utama, yakni singkong, jagung, dan padi.

Teknologi tersebut diharapkan membantu meningkatkan kualitas hasil panen sekaligus mengurangi persoalan pascapanen yang selama ini berpengaruh terhadap nilai jual komoditas pertanian.

Tak hanya sektor pertanian, Itera dan Pemprov Lampung turut membahas peluang pengembangan riset serta hilirisasi mineral, khususnya logam tanah jarang (LTJ), yang memiliki potensi strategis bagi pengembangan industri berbasis teknologi.

Rektor Itera Prof. Elfahmi menyatakan kesiapan kampusnya untuk menindaklanjuti berbagai peluang kerja sama tersebut melalui riset yang berorientasi pada kebutuhan pembangunan daerah.

Ia berharap sinergi perguruan tinggi dan pemerintah daerah tidak berhenti pada pengembangan penelitian, tetapi berlanjut pada penerapan teknologi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Article Image

Editor : Tuti Nur Khomariyah

Kata Kunci


Berita Terkait