RMOLLAMPUNG.  Terpidana kasus korupsi proyek KTP-el, Setya Novanto (Setnov) ‘menggoyang’ Puan Maharani, Ketua DPR RI 2019-2024. Setnov yang eks Ketua DPR itu menyebut, Puan telah menerima bagian dalam proyek KTP-el.

Namun, pernyataan itu ditanggapi biasa saja oleh pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Alasannya, menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, pihaknya belum menerima informasi yang valid soal dugaan keterlibatan Puan Maharani dalam kasus KTP-El yang disebut-sebut Setnov.

“Saya belum dapat informasi itu jadi saya belum bisa respons,” kata Febri kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (2/10), seperti dilansir Kantor Berita Politik RMOL.

Sebelumnya, Setnov berkicau soal terpilihnya Puan Maharani sebagai Ketua DPR periode 2019-2024. Menurut dia, ‎pemilihan Puan sebagai Ketua DPR telah direncanakan sejak lama oleh penguasa.

“Dari dulu Ibu Puan sudah direncanakan bahwa sebelum saya itu memang Bu Puan, sudah direncanakan,” kata Setnov di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (2/10).
 
Kasus korupsi dalam proyek KTP-el ini telah merugikan negara Rp 2,3 triliun dari total anggaran Rp 5,9 triliun. Melibatkan banyak perusahaan dan sejumlah anggota DPR dalam proses lelang untuk menggarap KTP berbasis elektronik itu. (adp)

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here