Serapan Gabah dan Beras Bulog Lampung Tembus 241 Ribu Ton, Naik 19 Persen dari 2025

•DAERAH
externalexternalexternalexternal
Serapan Gabah dan Beras Bulog Lampung Tembus 241 Ribu Ton, Naik 19 Persen dari 2025
Serapan Gabah dan Beras Bulog Lampung Tembus 241 Ribu Ton/dok Bulog

Article Header ImagePerum Bulog Kantor Wilayah Lampung mencatat realisasi pengadaan gabah dan beras dalam negeri mencapai 241.319 ton setara beras hingga 8 Oktober 2026. Jumlah tersebut melampaui capaian sepanjang 2025 yang tercatat sebesar 202.564 ton.

Dengan capaian itu, pengadaan pangan Bulog Lampung meningkat sebanyak 38.755 ton atau sekitar 19,13 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Lampung Rindo Safutra mengatakan, peningkatan pengadaan tersebut merupakan hasil kerja sama berbagai pihak dalam mengoptimalkan penyerapan hasil panen petani di Lampung.

Berdasarkan data Bulog, hingga 8 Oktober 2026, pengadaan gabah di Lampung telah mencapai 471.767 ton atau setara dengan 241.319 ton beras.

Realisasi tersebut menyumbang sekitar 6 persen terhadap total pengadaan pangan nasional yang telah melampaui target tahun ini.

"Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh petani, pemerintah daerah, TNI dan Polri, kementerian/lembaga, serta seluruh mitra kerja yang telah mendukung pelaksanaan pengadaan pangan di wilayah Lampung," kata Rindo dalam keterangannya, Jumat 9 Oktober 2026

Menurutnya, capaian tersebut menjadi dorongan bagi Bulog Lampung untuk terus meningkatkan penyerapan gabah dan beras dari petani, sekaligus mendukung penguatan cadangan pangan pemerintah.

"Capaian ini merupakan hasil kerja bersama dan menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja serta mengoptimalkan penyerapan hasil produksi petani," ujarnya.

Sementara itu, secara nasional, Perum Bulog mencatat realisasi pengadaan pangan mencapai 4.104.573 ton hingga 7 Oktober 2026.

Jumlah tersebut setara dengan 102,61 persen dari target pengadaan nasional sebesar 4 juta ton.

Bulog menyebut realisasi itu sebagai capaian pengadaan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.

Pengadaan pangan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Gabah/Beras Dalam Negeri serta Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah Tahun 2026–2029.

Bulog Lampung menyatakan capaian nasional tersebut didukung kerja sama pemerintah pusat, pemerintah daerah, petani, mitra pengadaan, serta TNI dan Polri melalui Tim Jemput Pangan.

Rindo menegaskan, pihaknya akan terus memperkuat koordinasi dengan para pemangku kepentingan agar pengadaan gabah dan beras dalam negeri dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan cadangan pangan pemerintah sekaligus memastikan hasil produksi petani dapat terserap melalui mekanisme pengadaan Bulog.

Dengan realisasi yang telah melampaui capaian tahun lalu, Bulog Lampung menargetkan optimalisasi penyerapan hasil panen terus berjalan guna mendukung ketahanan pangan nasional. Article Image

Editor : Faiza Ukhti Annisa

Kata Kunci


Berita Terkait