Jumlah penumpang yang menggunakan transportasi umum dari Provinsi Lampung mengalami penurunan pada September 2026. Penurunan paling tajam terjadi pada moda angkutan udara dan kapal ferry, sementara kereta api justru mencatatkan pertumbuhan jumlah penumpang.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat total keberangkatan penumpang melalui moda transportasi darat, laut, dan udara pada September 2026 sebanyak 158.606 orang. Angka tersebut turun 11,15 persen dibandingkan Agustus 2026 yang mencapai 178.517 orang.
Pranata Komputer Ahli Madya BPS Provinsi Lampung, Hermawan Prasetyo mengatakan, di tengah penurunan tersebut, angkutan kereta api masih mencatatkan pertumbuhan jumlah penumpang.
Berdasarkan data BPS, keberangkatan penumpang kereta api melalui Stasiun Tanjung Karang pada September 2026 mencapai 76.103 orang. Jumlah ini meningkat 1,65 persen dibandingkan Agustus 2026 sebanyak 74.871 orang.
"Jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, jumlah penumpang kereta api juga tumbuh 9,94 persen dari 69.222 orang pada September 2025," katanya, Senin, 2 November 2026.
Namun, pertumbuhan penumpang tersebut tidak diikuti angkutan barang. Volume barang yang dimuat menggunakan kereta api tercatat 1.918.605 ton atau turun 16,83 persen secara bulanan dan 16,80 persen secara tahunan.
Sementara itu, angkutan laut melalui Pelabuhan Bakauheni mengalami penurunan jumlah penumpang cukup besar. Pada September 2026, penumpang yang berangkat menggunakan kapal ferry tercatat sebanyak 37.231 orang atau merosot 21,01 persen dibandingkan bulan sebelumnya sebanyak 47.132 orang.
Penurunan juga terjadi pada jumlah kendaraan yang berangkat melalui Pelabuhan Bakauheni. BPS mencatat sebanyak 206.969 unit kendaraan atau turun 9,57 persen secara bulanan. Penurunan terbesar terjadi pada kategori sepeda motor yang mencapai 31,86 persen.
Meski demikian, angkutan truk justru menunjukkan peningkatan secara tahunan. Jumlah truk yang berangkat tercatat sebanyak 115.010 unit atau tumbuh 16,70 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Aktivitas bongkar muat barang di Pelabuhan Panjang juga menunjukkan pergerakan berbeda. Barang yang dimuat turun 8,86 persen menjadi 2.667.081 ton, sedangkan barang yang dibongkar meningkat 16,34 persen menjadi 1.152.045 ton.
Penurunan aktivitas transportasi juga terjadi di sektor penerbangan. Jumlah penumpang yang berangkat melalui Bandara Radin Inten II pada September 2026 tercatat sebanyak 45.272 orang atau turun 19,89 persen dibandingkan Agustus 2026 yang mencapai 56.514 orang.
Rute penerbangan menuju Jakarta melalui Bandara Soekarno-Hatta (CGK) masih mendominasi dengan jumlah 44.689 penumpang.
Sementara itu, jumlah penumpang yang datang melalui Bandara Radin Inten II tercatat sebanyak 44.611 orang. Angka tersebut turun 17,43 persen secara bulanan dan 5,34 persen secara tahunan.
Penurunan juga terjadi pada aktivitas angkutan barang melalui udara. Volume barang yang dimuat tercatat 361.660 kilogram atau turun 19,14 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Adapun volume barang yang dibongkar mencapai 343.275 kilogram atau mengalami penurunan 23,18 persen secara bulanan. 
