Sepekan Pita Hitam Di Lengan Anggota PATELKI Lampung




Masih ingat kisah penolakan pemakaman jenazah perawat NK (38) akibat Covit-19 oleh beberapa warga Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis, 9 April lalu?

Paramedis dan warga Lampung juga ikut terusik hati nuraninya oleh perlakuan mereka terhadap anggota Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) tersebut.

Minggu ini (19/4), hari ketujuh, hari terakhir pengenaan pita hitam di lengan kanan sebagai tanda berkabung dan penghormatan terakhir kepulangan sang perawat pahlawan kemanusiaan.

DPW Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (PATELKI) Lampung menyatakan kehilangan melalui sepucuk surat No. 098/PATELKI-X/III/2020 tanggal 12 April 2020

Surat solidaritas terhadap rekan seperjuangan anggota PPNI ditujukan kepada ketua DPC dan anggota se-Lampung lewat pemakaian pita hitam selama sepekan di lengan kanan.

Surat yang ditandatangani ketua dan sekretaris DPW PATELKI Lampung Sigit Mariyanto, S.ST., M.Si. dan Biantara Suri, S.ST ditujukan para ketua DPC dan anggota berlangsung sejak Senin (13/4).

Sebelumnya, selain mengecam keras tindakan penolakan warga, DPW PATELKI minta stop stigmatisasi negatif dan diskriminasi terhadap jenazah korban pagebluk di seluruh Indonesia.

Pemerintah telah menegaskan proses perawatan terakhir dan pemulasaran jenazah yang wafat disergap corona telah sesuai protokol penanganan jenazah Covid-19 terstandar WHO. (Muzzamil)


Berita Sebelumnya

Bravo Lima

Berita Berikutnya

Istana Makin Parah