Pembagian kewenangan kementerian teknis di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi belum sepenuhnya rampung. Menteri Koordinator Bahlil Lahadalia menyebut penyusunan struktur koordinasi tersebut masih harus dibahas dengan mengacu pada ketentuan regulasi.
Padahal, Bahlil telah dilantik sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi sejak Kamis (1/10/2026) di Istana Negara, Jakarta. Hingga Jumat (9/10/2026), susunan kementerian teknis yang akan berada di bawah koordinasinya masih dalam tahap pembahasan.
“(Kementerian di bawah) masih dalam rencana ya, nanti kita bahas. Teknisnya kita bahas tetap (sesuai) regulasinya,” ujar Bahlil, Jumat (9/10/2026).
Sebelumnya, Bahlil menyatakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi telah dipastikan masuk dalam koordinasi Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi.
Kementerian Perindustrian juga direncanakan berada dalam koordinasi tersebut. Sektor industri dinilai memiliki peran penting dalam mendorong hilirisasi melalui peningkatan nilai tambah komoditas di dalam negeri.
Selain tiga kementerian tersebut, Bahlil sempat membuka kemungkinan penambahan dua kementerian teknis lain yang berkaitan dengan agenda hilirisasi dan industrialisasi.
Namun, penambahan kementerian beserta pembagian kewenangan masing-masing masih perlu dibahas lebih lanjut agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Di sisi lain, Bahlil masih merangkap jabatan sebagai Menteri ESDM. Ia dilantik sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi pada 1 Oktober 2026, sehingga kini memegang dua jabatan di kabinet.
Penyusunan struktur koordinasi ini menjadi bagian penting dalam menentukan pembagian tugas antarkementerian, terutama dalam pelaksanaan agenda hilirisasi dan transisi energi pemerintah. 
