23.3 C
Bandar Lampung
Sabtu 6 Juni, 2020 02:48 WIB
Beranda DAERAH Seminggu Tak Ketemu, Korban Tenggelam Dinyatakan Hilang

Seminggu Tak Ketemu, Korban Tenggelam Dinyatakan Hilang

Tim SAR gabungan menghentikan sementara pencarian nelayan bernama Marsid bin Rubai (35) yang diduga tenggelam di Teluk Kiluan, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus.

Hingga hari ke tujuh, Minggu (1/3), tim yang terdiri dari Pos SAR Tanggamus, Polsek Limau, TNI, Tagana dan warga Pekon Kiluan Kecamatan Kelumbayan belum berhasil menemukan nelayan warga Pekon Kiluan Negeri tersebut.

Menurut Kapolsek Limau AKP Ichwan Hadi, penghentian pencarian diputuskan pada hasil musyawarah Tim SAR gabungan, para tokoh setempat. Keluarga korban menyepakati Marsidi dinyatakan hilang.

Diduga, korban yang memiliki penyakit epilepsi tenggelam, Jumat sore (28/2), ujar AKP Ichwan Hadi mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, SIK. MM, Minggu (1/3).

Menurut AKP Ichwan, walaupun pencarian dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup, namun tetap dilakukan pemantauan.

Selama sepekan, Tim SAR gabungan menyisir teluk. Namun, korban tenggelam belum ditemukan/Foto Humas Polres Tanggamus.

“Sehingga jika terlihat tanda-tanda korban maka operasi SAR akan dibuka kembali,” ujarnya.

Kesempatan itu Kapolsek juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim yang telah bahu membahu melakukan pencarian.

“Terima kasih kepada seluruh tim dan masyarakat yang telah bersama-sama melakukan pencarian. Semoga kegiatan kita menjadi amal ibadah yang baik,” tutupnya.

Terpisah Danpos SAR Tanggamus, Heri Amsoni mengatakan, dalam pencarian diduga korban tenggelam tersebut pihaknya menerjunkan sejumlah alat bantu berupa rescue carrier, rubber boat + mopel 40 PK, perahu nelayan, perahu karet BPBD, peralatan selam dan peralatan pendukung lainnya.

Menurut Heri, titik koordinat dugaannya tenggelam korban berada pada titik 05°47’1.2″ S , 105°04’26.30″ E. Atau 30.81nm/radial 123.16° garis lurus dari Pos SAR Tanggamus.

Sepekan menyisir, Tim SAR gabungan akhirnya menghentikan pencarian nelayan tenggelam/Foto Humas Polres Tanggamus

“dalam pencarian SAR gabungan juga membagi 3 SRU terdiri dari Area 1 (Luas Area 24.8 NM), Area 2 (Luas Area 35.4 NM) dan Area 3 (Luas Area 45.8 NM). Diman 3 area tersebut, terdapat masing-masing 5 koordinat yang telah di jelajahi oleh tim pencari namun belum tampak tanda-tanda keberadaannya,” kata Heri Amsoni melalui Whatsapp.

Sebelumnya diberitaka seorang warga Pekon Kiluan Kecamatan Kelumbayan Kabupaten Tanggamus bernama Marsid Bin Rubai (35) dilaporkan tenggelam di laut teluk setempat, Sabtu (22/2/20) pagi.

Atas laporan itu, Polsek Limau Polres Tanggamus segera melaksanakan koordinasi bersama Danramil Cukuh Balak, Kakon, Camat, Danramil Cukuh Balak, Danpos AL Kiluan, Basarnas dan UPT Kesehatan serta mengerahkan masyarakat nelayan guna pencarian.

Laporan tenggelamnya korban berdasarkan keterangan Rusdi selaku Kadus 4 Pekon Kiluan, bahwa korban pergi memancing berangkat pukul 05.00 Wib, namun sekitar pukul 08.00 Wib perahu korban ditemukan oleh saksi sudah tidak berpenumpang.

Kala itu, saksi tersebut bernama Radi (29), melihat perahu korban, tetapi orangnya tidak ada, sehinggamenghubungi aparat pekon dan pihak keluarga.

Kemudian berdasarkan keterangan dari Kadus Rusdi, bahwa korban menggalami gangguan penyakit epilepsi sehingga dugaan berpotensinya korban tenggelam sangat besar.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

Bantuan PKH Dan BPNT Di Pekon Sukaraja Semaka Carut Marut

 Carut marut terjadi dalam penyaluran Bantuan Kesejahteraan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)...

Tak Ada Yang Gratis, Rapid Test Pelaku Perjalanan Dinas Dibayari Pemerintah

 Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana, membenarkan rapid test harus bayar Rp 350 ribu. Ia...

Rapid Test Di Diskes Lampung Bayar Rp 350 Ribu

 Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor Cabang Lampung yang juga wali santri, mengeluhkan biaya rapid test yang terlalu...

Gempa Tektonik 4,9 SR Di Lepas Pantai Kabupaten Pesisir Barat

Gempa tektonik berkekuatan 4,9 scala richter (SR) menggetarkan Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung,Jumat (5/6), pukul 11.04 WIB. Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG),...
Translate »