Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Lampung menggelar bakti sosial dan donor darah dalam rangka semarak HUT ke-81 PMI sekaligus HUT ke-28 Bank Mandiri di Golden Dragon, Bandar Lampung, Kamis, 17 September 2026.
Rangkaian kegiatan tersebut melibatkan Pemerintah Provinsi Lampung, PMI Lampung, Bank Mandiri, PT Asia Makmur, relawan hingga berbagai unsur masyarakat.
Tak hanya donor darah, peringatan HUT ke-81 PMI juga diisi dengan pemeriksaan kesehatan gratis, penyaluran kursi roda, distribusi air bersih dan masker, hingga sejumlah kegiatan edukasi kemanusiaan bagi generasi muda.
Ketua PMI Provinsi Lampung Purnama Wulansari Mirza mengatakan, rangkaian HUT ke-81 PMI dirancang tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat kepedulian, nilai kemanusiaan, partisipasi masyarakat serta kolaborasi dengan berbagai pihak.
Dalam rangkaian HUT tersebut, PMI Lampung telah mendistribusikan sebanyak 445.400 liter air bersih kepada 57.031 penerima manfaat yang tersebar di 71 titik di Bandar Lampung, Lampung Selatan, Pesawaran dan Pringsewu.
PMI Lampung juga menyalurkan 30 ribu masker sebagai respons terhadap dampak abu vulkanik erupsi Gunung Krakatau. Masker tersebut didistribusikan kepada masyarakat di Bandar Lampung, Lampung Selatan, Pesawaran dan Pringsewu.
Sementara untuk kegiatan donor darah, PMI menggandeng masyarakat hingga pengemudi ojek daring. Donor darah berlangsung selama tiga hari, mulai 16 hingga 18 September 2026.
Hingga kegiatan berlangsung, sebanyak 1.550 calon pendonor tercatat telah mendaftar. Bank Mandiri memberikan bantuan dana Rp200 ribu kepada pendonor yang berhasil mendonorkan darahnya, sedangkan PT Asia Makmur turut memberikan dukungan berupa kebutuhan pokok.
Rangkaian pelayanan kemanusiaan juga dilengkapi pemeriksaan kesehatan gratis pada 17-18 September 2026 bersama Dinas Kesehatan. Pemeriksaan tersebut menyasar masyarakat, termasuk pengemudi transportasi daring.
PMI Lampung turut menyalurkan 75 unit kursi roda secara gratis kepada penyandang disabilitas dan lanjut usia yang membutuhkan. Bantuan dengan dukungan PT Asia Makmur tersebut didistribusikan ke 15 kabupaten/kota di Lampung.
Selain menyasar masyarakat secara langsung, PMI menyiapkan sejumlah kegiatan untuk generasi muda, mulai dari Lomba Tandu Darurat, Lomba Reels Edukasi Kemanusiaan hingga PMI Goes to School.
Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan keterampilan kesiapsiagaan, mengenalkan nilai-nilai kepalangmerahan serta menanamkan kesadaran mitigasi bencana sejak dini.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang hadir dalam kegiatan tersebut mendorong PMI terus memperluas perannya. Menurut Mirza, PMI tidak hanya berkaitan dengan donor darah, tetapi juga memiliki peran penting dalam berbagai persoalan kemanusiaan.
"PMI ini tumpah darah. Jadi tugasnya PMI ini kalau perang ya ada PMI. Tentara yang nembak, terluka PMI. Bencana PMI. Kekeringan PMI. Kelaparan PMI," kata Mirza.
Menurutnya, semangat gotong royong dan tolong-menolong yang menjadi nilai dasar PMI perlu semakin ditularkan kepada masyarakat. Salah satunya dengan membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
"Ke depan bagaimana budaya mitigasi bencana ini harus dibantu oleh PMI. Bukan hanya melatih, tetapi menjadikan sifat siap siaga menjadi budaya seluruh masyarakat di Provinsi Lampung," ujarnya.
Mirza mengatakan, semangat kemanusiaan tersebut tidak seharusnya hanya dimiliki pengurus maupun relawan PMI. Kepedulian, gotong royong dan kesiapsiagaan perlu tumbuh di tengah masyarakat.
"Enggak perlu nunggu PMI lagi, karena masyarakatnya ke depan mereka sudah punya semangat PMI," katanya.
Dalam momentum HUT ke-81 PMI, Mirza juga mengajak masyarakat semakin aktif mendonorkan darah. Menurutnya, donor darah merupakan bentuk kepedulian yang dapat membantu sekaligus memberikan harapan bagi orang lain.
"Donor darah ini harus terus digelorakan. Jadi donor darah bisa jadi budaya di Lampung," kata Mirza.
Ia juga menilai nilai kemanusiaan perlu terus diperkuat seiring pembangunan daerah. Kemajuan, menurutnya, tidak cukup hanya dilihat dari pembangunan fisik maupun pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kepedulian masyarakat terhadap sesama.
"Kemajuan sebuah daerah bukan hanya diukur dari seberapa tinggi bangunannya, tapi juga seberapa besar kepedulian warganya," ujar Mirza.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Pangdam XXI/Raden Inten, Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan dan Ketua Komisi V DPRD Lampung Yanuar Irawan.
Di akhir acara, Ketua PMI Provinsi Lampung Purnama Wulansari Mirza melakukan pemotongan tumpeng dalam rangka HUT ke-81 PMI. Potongan pertama diberikan kepada Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal sebagai simbol kebersamaan dalam gerakan kemanusiaan di Lampung. 
