23.8 C
Bandar Lampung
Minggu 31 Mei, 2020 04:49 WIB
Beranda KAMPUS Selamat Jalan Kyay Rizani

Selamat Jalan Kyay Rizani

Lampung kehilangan tokohnya. Rizani Puspawijaya (78) yang akrab dipanggil Kyay Rizani telah berpulang ke Rahmatullah, Minggu (15/12), pukul 23.05 WIB.

Setelah disemayamkan dan disholatkan di rumah duka, Jl. Cokro Aminoto, Rawalaut, Kota Bandarlampung, tokoh Lampung itu dimakamkan di makam keluarga di Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, Senin (16/12) siang.

Beberapa pekan terakhir, dia terbaring di ruang ICU RS Abdul Moeloek.

Adiknya, Yusuf Yazid (YY) mengatakan ketika almarhum dirawat, sengaja tak memberitahu banyak pihak.

Di tengah sakitnya, Kyay Rizani tetap selalu ceria kepada setiap orang.

Jika banyak yang tahu, dia sakit tak terbayangkan tamu bakal mengalir hendak menjenguknya. Dia perlu istirahat.

Alumnus Fakultas Hukum Universitas Lampung tahun 1968 yang hingga pensiun pada November 2007 mengabdi pada civitas akademikanya dikenal dekat dengan mahasiswa, para civitas akademika, dan berbagai tokoh masyarakat hingga pelosok desa.

Sosok penerima penghargaan “Tokoh Pendidikan dan Budaya” dari Pemprov Lampung pada waktu HUT ke-70 RI itu ramah, terbuka, dan selalu mengumbar senyum ke setiap orang.

“Pembawaan Kyay Rizani sangat hangat, terbuka, mengayomi yang muda-muda serta penuh dedikasi terhadap Unila maupun Lampung,” kata Anshori Djausal kepada Kantor Berita RMOLLampung.

Anshori Djausal sering bermitra selama mengabdi di Universitas Lampung, terutama terkait budaya Lampung.

Para mantan aktivis mahasiswa, seperti Surat Kabar Mahasiswa Teknokra, melihat sikap tegasnya, terutama terhadap mahasiswa, tak selalu dengan marah.

Jika ada yang dianggap menyimpang, Kyay Rizani memanggil dan mengajak berdiskusi tentang hal yang dinilainya tak baik, ujar Maspriel Aries, mantan aktivis SKM Teknokra yang bergabung puluhan tahun di SKH Republika.

Ketika menjabat Pembantu Rektor Tiga Universitas Lampung, puluhan tahun lalu, Kyay Rizani memilih berkantor di Gedung Kegiatan Kemahasiswaan (BKK), bukan di tempat seharusnya, Gedung Rektorat.

Ketua I Bidang Pemberdayaan Masyarakat Koordinator Kampung Tua itu beralasan ingin “dekat” dengan para mahasiswa.

Ir. Samsul Arifin, SH, MH, penasehat hukum Tomi Winata, mengaku sangat kehilangan guru yang penuh kebapakan tersebut.

Ketika hendak menyelesaikan S-3, Kyay Rizani banyak membantunya.

Dia baru mengetahui kabar duka ini Senin (16/12). “Tak sempat lagi terbang ke Lampung ikut menghadiri pemakamannya,” ujarnya kepada Kantor Berita RMOLLampung.

Samsul Arifin berusaha terbang hanya untuk berziarah ke makan beliau, Selasa (17/12).

Di masyarakat, Kyay Rizani juga sosok yang dikenal peduli dengan budaya Lampung.

Kyay Rizani menjadi pustaka hidup budaya Lampung.

Dia meneliti dan mendokumentasikan secara rinci marga-marga dan beragam kebudayaannya di Lampung.

Kyay Rizani seakan tokoh budaya Lampung yang langsung menerima estafet dari almarhum Prof. Hilman Hadikusuma, guru besar Hukum Adat Universitas Lampung, mengajarkan falsafah orang Lampung piil pasenggiri kepada para mahasiswa dan masyarakat.

“Saya bersama Prof Hilman Hadikusuma yang pertama kali memperkenalkan konsep filsafat piil pasenggiri dalam skripsi gelar sarjana,” ujarnya kala itu.

Tahun 2006, Kyay Rizani mendokumentasikan pengetahuannya tentang budaya Lampung dalam buku “Hukum Adat Dalam Tebaran Pemikiran“.

Masih ada sekitar lima buku lainnya yang juga mengulas tentang budaya Lampung.

“Saya menerbitkan buku itu untuk masyarakat yang mau membaca agar selalu memahami budaya mereka sendiri. Sebab, hukum adat Lampung sangat potensial dijadikan salah satu alat penyelesaian konflik maupun sistem ekonomi,” katanya.

Buku Kyay Rizani juga ada yang mengulas hukum adat Lampung tentang keluarga: perkawinandan warisan. Dia juga menerbitkan buku berkaitan mata kuliah sosiologi hukum.

Di mata Wahyu Sasongko, dosen Unila, buku Rizani berhasil menawarkan ide untuk menggunakan hukum adat guna menyelesaikan masalah di Lampung.

Selamat jalan Kyay, Alloh SWT lebih sayang kepadamu. Buku-bukumu menjadi amal jariahmu membuka jendela budaya Lampung. Innalilahiwainalilahirojiun. Semoga Husnul Khatimah. Aamiin.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

Melawan Aksi #UnilaPHP, Petinggi Unila Membela Diri

 Aksi mahasiswa di media dengan tagar #UnilaPHP, mendapat tanggapan Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Unila, Asep Sukohar.

Mahasiswa Unila Serukan Aksi Media #UNILAPHP di Twitter dan Instagram

 Mahasiswa Universitas Lampung (Unila) melakukan seruan aksi media dengan menggunakan #UNILAPHP di Twitter dan Instagram mulai pukul 17.00...

UKPM Pilar FEB Unila Peduli Bagikan Hasil Donasi

 Memasuki hari ke-22 Ramadhan, Unit Kegiatan Penerbitan Mahasiswa (UKPM) Pilar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lampung  salurkan...

Mahasiswa FT Unila Positif Covid-19 Sempat Ke Kampus

 Satu mahasiswa Fakultas Teknik Unila positif Covid-19 dan termasuk dalam orang tanpa gejala (OTG). Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan...
Translate »