RMOL. Satpol PP nyaris bentrok dengan polisi di Pekon Biha, Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), Provinsi Lampung, Kamis (11/1/2018). Pemicunya, Satpol PP tidak mengijinkan petugas mencabut plang bertuliskan : Tanah Ini Milik Pemkab Pesibar.

Petugas akan mencabut plang tersebut setelah Pengadilan Negri Liwa M. Yamin memenangkan gugatan warga terhadap lahan seluas 4,7 Hektare. Keputusan PN Liwa tertuang dalam Penetapan PN Liwa No. 01/Pen.Eks.2018/PN Liwa (3/1/2018).

Ahli waris yang mengklaim lahan milik Alm H. Tabrani Dalil tersebut adalah Ria Resukia, Isna Adianti, Anda Mulia dan Aria Resuki Anggun Arifnur. Namun, berdasarkan Versi Pemkab Pesibar, lahan tersebut sudah dihibahkan ke pemerintah.

Saat petugas yang dikawal polisi hendak mencabut plang, puluhan Satpol PP Pesibar menghalanginya sehingga terjadi saling dorong dan nyaris bentrok dan hampir baku hantam.

Kapolres Lampung Barat AKBP Tri Suhartanto mengatakan anak buahnya telah melakukan langkah persuasif dan sesuai prosedur.

Kami sudah memediasi namun gagal terpaksa menjalankan tugas penegakkan hukum sesuai keputusan PN Liwa,” tegasnya. Diakuinya, ada sedikit kericuhan antara anggota Satpol PP Pesibar dan anak buahnya.

AKBP Tri Suhartanto mempersilahkan bagi mereka yang merasa dirugikan untuk menempuh jalur hukum. “Negara kita negara hukum,” katanya. [Pakho]
 

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here