TINGGAL menunggu hari Pilgub Lampung, 27 Juni 2018, “perseteruan” dua tokoh Golkar Lampung, M. Alzier Dianis Thabranie versus Arinal Djunaidi, semakin klimaks, saling “tikam”.

Sebagai ketua Dewan Pertimbangan Golkar Lampung, Alzier mengajak masyarakat Lampung memilih pasangan M. Ridho Ficardo-Bachtiar Basrie. Padahal, Arinal Djunaidi paslongub dari Partai Golkar.

Karena alasan tersebut, Partai Golkar Lampung mengusulkan pemecatan terhadap Alzier Dianis Thabranie yang kursi ketua Golkar Lampungnya digeser Arinal Djunaidi penghujung tahun 2016.

Terang-terangan selalu mendukung paslon partai lain, petahana Ridho-Bachtiar, Golkar Lampung gerah juga oleh langkah Alzier. Ketua OKK DPD Partai Golkar Abi Hasan Muan memecat Alzier, Kamis (21/6/18).

Jumat (22/6/18), Alzier bilang,”Mana ada sopir mecat majikan.” Entah apa maksudnya dengan istilah tersebut. Alzier mengaku tak sekelas Arinal dan Abi Hasan. “Saya tau kualitas mereka,” katanya.

Alzier bahkan telah lebih dulu mengancam akan melaporkan dugaan money politik pasangan calon nomor urut tiga Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim ke Bawaslu RI.

main duit sogok sana sogok sini,” katanya. Alzier mengaku mengetahui siapa saja kader Partai Golkar yang ditugasi memegang uang untuk dibagikan ke masyarakat dari paslon nomor urut tiga tersebut.

Kebetulan itu orang-orang saya semua, mantan anak buah saya ya kan. Nanti ada bukti-bukti kita kasih ke Bawaslu Pusat saja, kalau Bawaslu Lampung tidak bergerak,” ujarnya.

Kalau dia (Arinal) mecat saya karena tidak senang melihat saya mendukung Ridho atau apa itu hak pribadi saya sebagai tokoh masyarakat Lampung, Mukhtasar NU,” ujar Alzier.

Setiap orang memiliki hak politik untuk memilih salah satu sosok calon gubernur -wakil gubernur diajang pesta demokrasi lima tahunan tingkat provinsi tersebut.

Itu sikap saya sebagai politisi dan sikap pribadi untuk mendukung Ridho, jadi tidak ada yang bisa maksa saya. Jangan lagi Golkar, lebih dari Golkar saja saya lawan,” ujarnya.

Suasana makin riuh rendah, tokoh Golkar era Alzier ikut “berteriak”. Indra Siregar, senior Pemuda Pancasila Lampung dan Kosgoro Lampung era tahun 1980, mengatakan Arinal Djunaidi tak layak jaditpemimpin.

Bahkan, ia mengatakan memilih Arinal sama dengan mengundang setan dalam hati. Tindakan Arinal mencoreng marwah Partai Golkar. Lantaran beda pandangan politik, pecat dan diekspos di media,” katanya, Jumat (22/6/18).

Senior Partai Golkar Fasni Bima menyatakan monyet pun bakal tertawa dengan pemecatan Alzier Dianis Thabranie oleh Arinal Djunaidi. Menurutnya, seharusnya Arinal tahu diri sebagai pendatang baru di Golkar.

“Wong kerjanya buat Golkar aja belum terlihat, main pecat senior Golkar saja.,” kata ujar mantan ketua Satgas AMPG dan wakil ketua DPD Bidang Tani dan Nelayan Partai Golkar Lampung, Kamis (21/6/18).

Taren Sembiring ikut bersuara meminta seluruh anggotanya mendukung pasangan nomor urut satu, Ridho-Bachtiar. Ketua Umum Shitoryu Indonesia Karatedo (Shindoka) Lampung itu ajak masyarakat mengikuti langkah Alzier.

Abi Hasan mengatakan, berpedoman pada ADART, kader yang membela dan mendukung calon lain bahkan sebaliknya menjelek-jelekkan telah melakukan pembangkangan terhadap partai sanksi pemecatan dari anggota Partai Golkar.

Agaknya, saling “tikam” jelang Pilgub Lampung bakal berlanjut di tubuh Partai Golkar Lampung. Kita tunggu episode berikutnya konflk lanjutan Alzier versus Arinal. “Demokrasi itu mahal jendral.” Tabikpun. [pimred rmollampung]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here