RMOLLampung. Kritikan Andi Surya terhadap seorang dosen yang diduga melecehkan mahasiswinya di UIN Raden Intan II berbuntut saling “gertak” antara civitas akademika dengan anggota DPD RI Andi Surya.

Awalnya, menanggapi dugaan pelecehan oleh dosen kepada mahasiswinya, Andi Surya menyayangkan lembaga pendidikan tinggi yang berbasis agama justru menjadi sarang maksiat dan hasrat seksual oknum dosen.

Civitas akademika UIN Raden Intan tak terima kritikan tersebut, terutama kata “sarang”, karena dugaan pelecehan tersebut masih dalam proses hukum. IKA UIN “gertak” melaporkan Andi ke kepolisian.

IKA UIN Raden Intan Lampung menilai Andi Surya telah melampui batas.

Andi Surya tak kalah “gertak”. Dia mengancam akan melaporkannya ke Bareskrim Polri karena ada upaya menghalang-halangi tugas, hak, kewenangan, dan kehormatan konstitusionalnya.

“Jika IKA UIN Lampung berniat mengkriminalisasi saya ke polisi  maka saya juga akan melaporkannya ke Bareskrim Polri sebagai anggota parlemen yang dijamin UUD45 dan UU MD3,” kata Andi Surya.

Dijelaskan olehnya, komentarnya soal pelecehan saat dimintai tanggapan tentang pernyataan Een Riansah, ketua Klasika, bahwa sudah tiga kali dalam tiga tahun terakhir terjadi pelecehan seksual di UIN.

“Jika benar info Een Riansah maka berarti UIN dijadikan sarang maksiat oleh oknum dosen karena disebutkan olehnya terjadi tiga kali dalam tiga tahun terakhir yang artinya ada perbuatan asusila yang berulang kali,” katanya.

Sebagai wakil rakyat, dia merasa memiliki kewenangan dan hak konstitusional untuk mengkritisi ketidakadilan dan menyampaikan kepada khalayak dan aparat hukum soal dugaan pelecehan seksual yang terjadi di dapilnya.

Seharusnya, kata dia, IKA UIN dan mahasiswa UIN ikut mendukung pernyataannya agar proses hukum bisa berjalan terhadap terduga pelaku pelecehan seksual.

Dia mengajak ramai-ramai mengawal masalah ini, bukan justru mengkriminalisasinya ke polisi dan mengaitkan dengan pemilihan DPD RI April 2019. [hms]





Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here