25.5 C
Bandar Lampung
Kamis 16 Juli, 2020 08:42 WIB
Beranda Ryaas Rasyid Curiga Pihak Istana "Main" Dengan KPU
Array

Ryaas Rasyid Curiga Pihak Istana “Main” Dengan KPU

RMOLLampung. Pakar Ilmu Pemerintahan Prof Ryaas Rasyid mempertanyakan sikap TKN Jokowi-Maruf yang terkesan membela mati-matian KPU di tengah banyaknya kecurangan yang diduga dilakukan KPU.

Melihat sikap kubu 01, ia menduga ada maksud tersembunyi di balik pembelaan kepada lembaga pimpinan Arief Budiman itu.

Mencermati semakin luasnya indikasi dan bukti permainan di KPU, saya jadi mikir kalau emang dari awal ada rencana tim 01 atau Istana main di KPU,├óÔé¼┬Ø kata Prof Ryaas dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/5).

Padahal, logikanya seluruh peserta pemilu menginginkan lembaga penyelenggara bersikap netral dan profesional.

“Tapi apa yang terjadi adalah tim 01 malah jadi pembela KPU secara mati-matian setiap kali dikritisi, terutama oleh tim 02. Lihat saja bagaimana mereka berbusa-busa menilai kritik ke KPU sebagai upaya delegitimasi,” lanjutnya.

Oleh karenanya, mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden ini curiga jika memang kubu 01 benar-benar ada ‘main’.

Puncak dari kurangnya pengondisian (kalau memang ada rencana permainan) adalah penolakan Jokowi terhadap usul agar mengambil cuti. Walau tidak diperintahkan UU, tapi demi pengondisian permainan (sekali lagi kalau memang ada rencana itu) kan bisa menarik simpati masyarakat kalau berinisiatif sendiri minta cuti,├óÔé¼┬Ø lanjut Prof Ryaas.

Ia melanjutkan, cuti atau non-aktif selama kampanye hingga penghitungan di KPU efektif dijadikan alasan menolak tuduhan curang mengingat posisinya sebagai kepala negara.

Bukankah JK (Jusuf Kalla) bisa bermain lebih halus kalau memang diikutkan dalam rencana permainan di KPU? Dengan begitu Jokowi bisa mengelak dari tuduhan intervensi KPU, bisa cuci tangan. Sekarang dengan dia (Jokowi) nggak mundur, mudah banget dicurigai dan dituduh gunakan kekuasaan untuk tekan KPU,├óÔé¼┬Ø tandasnya. [hms]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

Yuhadi Merasa Tak Dihargai Hanya Diterima Office Boy

Pada pidato pembukaan Musda X Golkar Bandarlampung, sebagai petinggi partai, Yuhadi merasa tak dihargai hanya diterima office boy (OB) ketika memberikan bantuan APD di...

Erwin, Dosen Unila Dan Mantan Bupati, Meninggal Dunia

Bupati Lampung Timur periode 2011-2015, Erwin Arifin meninggal dunia di RS Urip Sumoharjo, Kota Bandarlampung, Rabu sore (15/7). Erwin yang meninggal karena sakit dalam usia...

Ini Kepengurusan Golkar Kota Bandarlampung

Selang beberapa jam terpilih kembali memimpin DPD II Partai Golkar Kota Bandarlampung, Yuhadi langsung menyusun "kabinet" kepengurusannya. Wajah-wajah kader senior partai ini masih mewarnai kepengurusan...

Baru Lamsel Dan Lamtim Realisasikan Anggaran Pilkada 100 Persen

 Hingga 15 Juli sebagai hari terakhir batas kelonggaran bagi pemerintah daerah untuk melakukan transfer anggaran pilkada 100 persen...
Translate »