Budi M Gozali, Kabag TU RSUD Batin Mangunang/RMOLLampung

Rumah Sakit Umum Daerah Batin Mangunang (RSUD BM), Kotaagung, Tanggamus, akan mengevaluasi SOP (Standar Operasional Prosedur) penanganan pasien dan penggunaan ambulans.

Budi M Gozali, Kabag TU RSUD BM kepada Kantor Berita RMOLLampung mejelaskan, pasien yang mengunakan BPJS gratis menggunakan ambulans. Tapi, kalau pasien umum membayar berdasarkan jauh dekatnya jarak tempuh.

Menurutnya, melalui advise dari rumah sakitlah pasien dirujuk, RSUD BM punya sistem rujukan (Sisrut) terpadu di masing-masing rumah sakit terkonekting, seperti RSUDAM Bandarlampung dan RS Mitra Husada.

“Ada 3 ambulans yang siaga, dan 1 ambulans VVIV untuk backup, drivernya juga standby di rumah sakit, karena mereka juga sebagai pegawai honorer di sini, tidak ada alasan mereka tidak ada di lokasi,” kata Budi, Selasa (18/2).

Terkait kejadian dilarangnya ambulans pekon membawa pasien rujukan dari RSUD BM minggu kemarin, SOP rumah sakit yang tidak membolehkan.

“Kami minta maaf atas kejadian kemarin, dravier yang tidak ada di tempat saat akan membawa pasien ke RS Mitra Husada, dan pelarangan ambulans pekon membawa pasien, sehinga sempat membuat kekisruhan pada saat itu,” ucapnya.

Ia menambahkan, tidak adanya penjelasan hasil diaknosa pasien atas nama, karena Dokter Penangung Jawab Pasien (DPJP) tidak ada. Tidak adanya laporan perawat yang mendampingi saat rujukan, kalau pasien meninggal setibanya di RS Mitra Husada, itu semata kelalaian.

“Kami turut berdukacita atas meningalnya pasien Risdiana, kami akan introspeksi atas kejadian ini, dan akan mengevaluasinya,” ujarnya.

Suami almarhumah Risdiana sangat menyesalkan kejadian ini. Ia berharap kejadian ini tidak terjadi dengan pasien-pasien lain.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here