Ilustrasi Robot Al/Net

Pekerjaan dengan bayaran tertinggi di bidang keuangan bakal terancam dengan kehadiran Robot AI.

Marcos Lopez de Prado, profesor Universitas Cornell, bersaksi di depan House Committe of Financial Services Amerika Serikat (AS) pada rapat dengar pendapatan tentang dampak artificial intelligence di pasar modal. Ia menyebutkan bahwa teknologi akan merampas lahan para pekerja.

Ketika perusahaan teknologi mulai mendistribusikan data dan melakukan pekerjaan crowdsourcing melalui data analysts, setiap tantangan investasi dapat diselesaikan oleh sepasukan data scientists tanpa latar belakang keuangan.

“Financial ML [machine learning] menciptakan sejumlah tantangan bagi 6,14 juta orang yang bekerja di industri keuangan dan asuransi, banyak di antaranya akan kehilangan pekerjaan, tidak harus karena mereka digantikan oleh mesin, tetapi karena mereka tidak terlatih untuk bekerja bersama algoritma, “kata Marcos Lopez de Prado, mengutip laman RT, Senin (9/12).

Rebecca Fender, Senior Director of the Future of Finance di CFA Institute, sebuah asosiasi profesional investasi, mengatakan dalam rapat dengar pendapat, sebesar 43 persen anggota dan kandidat CFA mengharapkan perubahan signifikan dalam pekerjaan mereka dalam 5-10 tahun ke depan.

Hasil survei dari 3.800 responden menyatakan tiga pekerjaan ‘yang paling mungkin hilang’ adalah agen penjualan, trader, dan performance analis.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here