RMOLLampung. Seorang manula melaporkan pemukulan terhadap dirinya oleh rektor salah satu pergurun tinggi di Kota Bandarlampung terkait tanah untuk akses jalan warga.

Rodiah (64), manula warga Rajabasa Pemuka, Kecamatan Rajabasa tersebut, langsung melaporkan penganiayaan yang dilakukan rektor berinisial H ke Polsek Kedaton, Kamis (14/2).

Adik korban, Toha, mengatakan kepada wartawan Lampung Post penganiayaan berawal dari cekcok antara H dan istri korban soal tanah yang selebar tiga meter karena akses untuk warga.

Rodiah merasa menjual tanah seluas 7 X 5 meter kepada H dengan menyisakan akses untuk warga pada tahun 2014. Namun, sang rektor bersikeras bahwa dia membeli termasuk akses jalan tersebut.

Keduanya debat kusir yang tak lama kemudian H mendatangi rumah pelapor lalu diduga memukul dan menendang Rodiah yang sudah sulit bangun karena sakit sejak tahun lalu.

Menurut Toha, H sudah beberapa kali meminta tanah akses jalan untuk warga selebar tiga meter tersebut dijual kepadanya. Tapi, Rodiah tak menggubrisnya.

H membantah memukul Rodiah, hanya sedikit mendorong. Diakuinya, sempat sedikit emosi akibat ada kesalahpahaman dan misskomunikasi seperti yang dilansir Lampung Post.

Kapolsek Kedaton Kompol Abdul Mutholib membenarkan adanya laporan tersebut. Pihaknya masih melakukan penyelidikan dugaan penganiayaan tersebut. [hms]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here