Rakhmad Husein: Manajemen RSUDAM Makin Ugal-Ugalan




Aktivis dan politisi Rakhmad Husein DC menilai manajemen RSUD Abdul Moeloek Bandarlampung makin ugal-ugalan melayani pasiennya, terutama pasien BPJS.

"Tak usah ngaku ngaku sok Pancasila kalo berkuasa tapi urusan hak rakyat yang paling mendasar tidak becus terurus," ujar aktivis demokrasi tersebut kepada RMOLLampung, Selasa (11/2).

Kader PDIP Kota Bandarlampung itu meminta Gubernur Lampung Arinal Djunaidi tidak usah sungkan bersikap tegas merombak total manajemen RSUAM agar sesuai jargon "Lampung Berjaya."

Di tempat terpisah, Arinal Djunaidi siap memberikan sanksi jika dugaan penelantaran pasien BPJS tersebut benar terjadi di RSUDAM.

"Saya akan berikan sanksi kalau benar terjadi di situ (RSUDAM)," ujarnya, Selasa (11/02).

Direktur Pelayanan, dr. Pad Dilangga membantah jika ada penelantaran di RSUDAM.

Semua sudah dilakukan sesuai SOP, katanya.

Perkumpulan Advocaten Lampung (PAI) Lampung juga mendesak para pemangku kebijakan untuk menginvestigasi pasien BPJS yang tewas diduga telantar di selasar RSUDAM, Senin (10/2).

Apalagi, baru tiga bulan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan pelayanan BPJS di RSUDAM, ada seorang pasien BPJS yang diduga tewas akibat ditelantarkan rumah sakit tersebut.

Perkumpulan Advocaten Lampung (PAI) menduga untuk kali kesekian telah terjadi tindak pidana atas penelantaran pasien hingga menyebabkan sang pasien tewas.

Sebelumnya, viral video kepedihan keluarga pasien peserta BPJS yang tewas sekarat di selasar RSUDAM, Senin (10/2), sekitar pukul 15.00 WIB.

"Kenapa harus begitu? Saya ini peserta BPJS yang bayar angsuran tiap bulan. Mana tanggung jawabnya, BJPS," teriak pria yang diduga bapak pasien yang tewas.