PWI Lampung Ajak Semen Baturaja Sukseskan HPN dan Porwanas 2027

DAERAH
externalexternalexternalexternal
PWI Lampung Ajak Semen Baturaja Sukseskan HPN dan Porwanas 2027
PWI Lampung saat beraudensi dengan Direktur Utama PT Semen Baturaja (Persero) Tbk., Suherman Yahya/dok PWI

Article Header ImagePersatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung terus mengajak seluruh stakeholder untuk menyukseskan pelaksanaan kick-off Hari Pers Nasional (HPN) dan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) di Lapangan Saburai, Bandar Lampung, pada 29 November 2026.

Hal itu disampaikan Ketua PWI Lampung Wirahadikusumah saat beraudensi dengan Direktur Utama PT Semen Baturaja (Persero) Tbk., Suherman Yahya, di Kantor Semen Baturaja Pabrik Panjang, Bandar Lampung, Rabu 23 September 2026

"Sebelum pelaksanaan HPN dan Porwanas pada 5-12 April 2027 di Lampung, kami akan mengajak PT Semen Baturaja untuk menyukseskan kick-off di tanggal 29 November 2026. Dalam kick-off itu akan digelar PWI Run 5K dan 10K," kata Wira, sapaan akrabnya.

Wira mengatakan, perayaan HPN dan Porwanas 2027 merupakan sejarah karena untuk pertama kalinya Lampung menjadi tuan rumah.

"Kami tidak mungkin sukses menjadi tuan rumah jika tidak didukung semua stakeholder, termasuk Semen Baturaja," ujarnya.

Adapun Direktur Utama PT Semen Baturaja Suherman Yahya menyambut baik kolaborasi yang ditawarkan PWI Lampung.

"Kami menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan kerja sama yang ditawarkan PWI Lampung. Kami siap mendukung agenda nasional yang akan diselenggarakan di Lampung," ujarnya.

Sebagai perusahaan nasional, lanjut Suherman, Semen Baturaja terbuka membangun sinergitas dengan semua mitra termasuk PWI Lampung.

"Kami terbuka untuk kolaborasi denga PWI Lampung, apalagi Semen Baturaja ini beroperasi sejak 1974 di Lampung," katanya.

Lebih lanjut, Suherman menegaskan bahwa industri semen adalah salah satu sektor strategis yang saat ini masih berhasil dipertahankan eksistensinya oleh para pengusaha nasional.

"Sebagai anak bangsa, kami melihat bahwa industri semen saat ini masih secara mayoritas dikuasai oleh pengusaha nasional, berbeda dengan beberapa industri lain yang mungkin sudah banyak dikuasai asing. Namun, kita tidak bisa tutup mata bahwa industri ini tengah menghadapi tantangan persaingan yang sangat ketat," tambah Suherman.Article Image

Editor : Faiza Ukhti Annisa

Kata Kunci


Berita Terkait