SEKELOMPOK anak-anak dan remaja berlari menjinjit dari sudut panggung ke sudut panggung lainnya dalam formasi gerak estetika di Taman Budaya Lampung, Kota Bandarlampung, Minggu (11/11). Mereka menyajikan Operet Ballet Alice in Wonderland.

Kisah fantasi yang menceritakan pengalaman Alice Kingsleigh, tokoh dalam novel fantasi tahun 1865 : Alice’s Adventure In Wonderland. Tahun 2010, novel tersebut kemudian diangkat Walt Disney Pictures ke film layar lebar.

Dari inspirasi kisah Alice, Susy Enterprise Ballet & Dance School menyajikan koreografi dalam bentuk operet yang menyelipkan pesan agar saling kasih antarsaudara dan sesama manusia.

Pertunjukan dibagi dua sesi di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Lampung, Jl. Cut Nyak Dien No 24, Kaliawi, Kota Bandarlampung. Minggu (11/11), pukul 13.00 dan Pukul 16.00 WIB.

Hanya, dalam operet yang disajikan Susy, kisahnya digubah menjadi adanya perbedaan cara pandang antara Alice dan kakaknya yang kemudian berakhir dengan rukun damai dan saling peduli terhadap sesama.

Operet yang dipersembahkan untuk membantu anak-anak berkebutuhan khusus (disable) dari Yayasan Pelita Kasih ini menceritakan Alice, putri bangsawan yang tinggal bersama kedua orangtua dan saudara perempuannya.

Alice, seorang gadis yang periang dan memiliki imajinasi yang sangat tinggi, namun kurang percaya diri dan tidak suka membaca buku. Sifatnya itu sangat bertolak belakang dengan sang kakak yang gemar membaca buku.

Sang kakak sering memaksa Alice untuk mengikuti hobinya. Hal itu pula yang membuatnya cenderung tidak akrab dan sering bertengkar dengan sang adik..

Suatu hari, seekor kelinci putih membawa Alice pada petualangan di negeri ajaib.

Petualangan tersebut menghadapkan Alice pada permasalahan-permasalahan yang membuatnya belajar tentang banyak hal untuk menjadi pribadi yang kuat dan percaya diri.

Pertemuannya dengan Ratu Nerah dan Ratu Putih juga telah membuatnya menyadari pentingnya kasih antarsaudara dan sesama.

Susy menghaturkan terimakasih yang sedalam-dalamnya atas dukungan orang tua, sponsor serta semua pihak yang telah membantu sehingga konser ini dapat terlaksana dengan baik. “Semoga menginspirasi kita,” ujar Susy. [hms]

PENARI
Shilfa Adzkia sebagai Alice
Abigail Mutiara Y  sebagai Kakak Alice
Agnela Prudence sebagai Pengawal 1
Angelique Carmenita sebagai Red Queen
Stephanie Amorita sebagai Pengawal 2
Stela Yuan Giastri sebagai White Queen
Chaterin Andani S sebagai Mouse
Godeliva Regina sebagai Caterpillar Group
Griselda Aufa F sebagai Mrs. Caterpillar
Jasmine Putri Nabila sebagai White Rabbit
Jessica Stephania sebagai Cat
Lidwina Ferrendyka sebagai Mad Hatter
Meiva Shakilla N sebagai Opening White Dance
Michelle Celine C sebagai Dutches
Natasya Ananda sebagai Tweetdless
Vanessa Mualim sebagai Tweetdless
Violy Crushita B sebagai Brown Rabbit

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here