28.9 C
Bandar Lampung
Rabu 15 Juli, 2020 12:04 WIB
Beranda OPINI Purwanti Lee, Yusuf Kohar Atau Rycko Menoza?

Purwanti Lee, Yusuf Kohar Atau Rycko Menoza?

PURWANTI Lee bukan politikus. Bersama Gunawan Jusuf, dia triliuner yang menguasai lahan HGU perkebunan tebu terluas dan pabrik gula terbanyak di negeri ini, 75.667 hektare. Konon, lebih dari itu.

Meski bukan politikus, lima tahun terakhir ini, semua calon kepala daerah yang didukungnya mulus meraih kursi kekuasaan: dua gubernur dan baunya tercium hingga bupati sekitar kebunnya.

Tahun 2014, M. Ridho Ficardo yang masih berusia 34 tahun, didukung Purwanti Lee, berhasil meraih kursi gubernur periode 2014-2019.

Putranya Fauzi Toha, tangan kanannya Purwanti Lee di PT Sugar Group Companies itu, sebelum meraih puncak kekuasaan di Lampung, menguasai lebih dulu Partai Demokrasi jelang Pilgub 2014.

Lewat sosialisasi jalan sehat dan wayangan secara masif, menampilkan artis top dan hadiah spektakuler ke empat penjuru angin, 15 kabupaten/kota, M. Ridho Ficardo terpilih menjadi gubernur termuda se-Indonesia.

Tapi, menjelang Pilgub Lampung 2018, Purwanti Lee “pecah kongsi” dengan M. Ridho Ficardo. Dia telah beralih ke lain hati: Arinal Djunaidi, mantan dua periode sekda Provinsi Lampung.

Mirip dengan M. Ridho Ficardo, karir politik Arinal Djunaidi pascapensiun relatif mulus dengan “langsung” duduk sebagai ketua Partai Golkar Provinsi Lampung dengan terlebih dulu “menyingkirkan” Alzier Dianis Thabranie jelang Pilgub Lampung 2018.

Ketika masuk bursa bakal calon gubernur, Arinal Djunaidi yang awal survey, popularitas dan elektabilitasnya, paling rendah dibandingkan calon gubernur lainya.

Rating Arinal Djunaidi jauh di bawah incumbent M. Rido Ficardo, Wali Kota Bandarlampung Herman HN, dan mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa.

Dengan copy paste cara sosialisasi M. Ridho Ficardo, bahkan lebih diintensifkan dan dimasifkan lagi, adakadabra, Arinal Djunaidi menyalip para calon yang jauh lebih populer dari dirinya.

Singkat cerita, walau diwarnai aksi, testimoni, dan berbagai pengaduan adanya politik uang yang diduga dilakukan tim suksesnya, Arinal Djunaidi akhirnya bisa berkata: Saya gubernur Lampung.

Saat ini, ada delapan kabupaten/kota yang akan pemilihan kepala daerah. Salah satunya Kota Bandarlampung, ibu kotanya Provinsi Lampung, etalasenya “Sang Bumi Ruwa Jurai”.

Pilwalkot Bandarlampung 2020, Herman HN yang sempat dua kali menjadi pesaing gubernur yang didukung Purwanti Lee (Ridho dan Arinal) kali ini menyodorkan istrinya, Eva Dwiana sebagai pelanjut dua periode kepemimpinannya di Kota Bandarlampung.

Di seberangnya, jauh-jauh hari, 9 Maret 2019, di depan para pensiunan pejabat eselon II Provinsi Lampung, Arinal Djunaidi sudah memproklamirkan dukungannya kepada Rycko Menoza SZP, putra mantan dua periode gubernur Lampung Sjachroedin ZP, jadi wali Kota Bandarlampung periode 2021-2026.

Purwanti Lee tentu saja mendukung orang yang sudah lama dikenal dan “dekat’ dengannya, yakni Yusuf Kohar yang masih menjabat wakil wali Kota Bandarlampung saat ini.

Keduanya punya sejarah panjang punya ikatan batin sebagai sahabat di dunia usaha. Di dunia politik, Yusuf Kohar sempat berjibaku bersama Purwanti Lee dari panggung ke panggung berjuang meyakinkan rakyat Lampung untuk memenangkan M. Ridho Ficardo jadi gubernur.

Dibandingkan dengan Rycko Menoza, Purwanti Lee pastinya lebih dekat dan sreg dengan Yusuf Kohar yang juga kerap membelanya sebagai panasehat hukum maupun pasang badan dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

Misalnya, saat muncul wacana alat berat perusahaannya kena pajak, Yusuf Kohar tampil di depan, berdebat dengan KPK.

Orang sekitar Yusuf Kohar dan salah satu partai besar membenarkan Bu Lee, panggilan Purwanti Lee, awalnya mendukung majunya Yusuf Kohar jadi wali Kota Bandarlampung.

Purwanti Lee juga konon sudah mengantongi nama calon wakil wali Kota Bandarlampung yang akan datang.

Bahkan, kata “orang setia” Yusuf Kohar tersebut, Purwanti Lee sempat heran Arinal Djunaidi mendukung Rycko Menoza yang kalah dengan Zainudin Hasan untuk periode kedua kepemimpinannya (2015-2020) di Kabupaten Lampung Selatan.

Sampai pertengahan tahun lalu, Rycko Menoza masih terlihat galau antara bertarung melawan Eva Dwiana yang sudah 10 tahun merawat hati  ibu-ibu lewat pengajian atau balik badan saja ke Kabupaten Lampung Selatan.

Mantan bupati Lampung Selatan periode 2010-2015 tersebut, lewat liasion officer (LO) Ketut Wartadinada dan Dahlan, mengambil formulir penjaringan PDIP Lampung Selatan pada tanggal 11 Agustus 2019.

Namun, jalan cerita berubah setelah sang ayah turun gunung dari Kroasia, Purwanti Lee mempertimbangkan kedekatan Sjahroedin ZP dengan partai penguasa saat ini: PDI Perjuangan, termasuk dengan dedengkotnya, Megawati Soekarno Putri.

Sejak itu sang jendral turun tangan, baleho besar tepi jalan utama dan benner sosialisasi anak tertua Sjachoedin ZP itu “tabur” hingga ke gang-gang, pohon-pohon, dan pagar-pagar rumah.

Menurut orangnya Yusuf Kohar dan seorang tokoh partai, Purwanti Lee ngerem mendukung Yusuf Kohar.

Skenario berubah, Purwanti Lee menpertimbangkan keberadaan dua tokoh, Arinal Djunaidi dan Sjachroedin ZP di belakang Rycko Menoza.

Yusuf Kohar diminta Purwanti Lee mengalah dan mengikhlaskan calon wakilnya pindah mendampingi Rycko Menoza.

Bukan Yusuf Kohar jika “tak melawan”. Dia ngotot tetap ingin mencalonkan diri walau tanpa didukung Purwanti Lee.

Giliran Purwanti Lee yang sekarang jadi gak enak hati, galau, antara sahabat dan kepentingan berada pada lingkaran kekuasaan negri ini, kata orang dekat Yusuf Kohar.

Untuk sementara, Purwanti Lee memutuskan dipending dulu, cooling down sejenak dulu.

Namun, diakui oleh orang sekitar Yusuf Kohar, Purwanti Lee berusaha mengakomodasi Rycko Menoza sambil berharap sang anak jenderal tetap melirik kursi lamanya di Kabupaten Lampung Selatan.

Bunda Eva masih terlalu tangguh buat Rycko Menoza. Binda Eva sepuluh tahun mendampingi suaminya sebagai wali Kota Bandarlampung merupakan investasi politik yang membuatnya selangkah di depan ketimbang kandidat lainnya.

Kegalauan Purwanti Lee, Sjachroedin ZP memiliki jaringan kekuasaan hingga pusat dan Arinal Djunaidi juga perlu kompak dengan pemimpin Kota Bandarlampung hingga habis masa jabatannya.

Bagaimana dengan nasib Yusuf Kohar? Kata orang dekatnya, Yusuf Kohar tetap “teman”, tetap didukung, tapi im-diam-diam, gak enak ama Kyay Oedin.

*) jurnalis

 

1 KOMENTAR

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

Perindo Dukung Yusuf Kohar Karena Visioner Dan Humoris

 DPP Partai Perindo resmi memberikan rekomendasi dukungan kepada M. Yusuf Kohar dan Tulus Purnomo pada kontestasi Pilkada Bandarlampung...

26.286 Dukungan TMS, Firmansyah Keberatan Hasil Verfak KPU

 Pasangan Calon Independen Pilkada Bandarlampung, Firmansyah-Bustomi merasa keberatan dengan hasil verifikasi faktual (Verfak) yang dilakukan KPU Bandarlampung.

26.286 Dukungan Firmansyah TMS, Ike Edwin 20.482

 KPU Bandarlampung telah menyelesaikan pleno terbuka di tingkat kecamatan yang dilakukan secara serentak di 20 kecamatan di Bandarlampung,...

PKPU 6/2020: Penyelenggara Pilkada Diberi Santunan Jika Meninggal

 Peraturan KPU (PKPU) yang mengatur tentang Pilkada di masa pandemi akhirnya disahkan, Selasa (7/7). PKPU...
Translate »