24.5 C
Bandar Lampung
Sabtu 8 Agustus, 2020 22:46 WIB
Beranda PT Pilar Diduga Caplok Lahan Warga untuk Perumahan
Array

PT Pilar Diduga Caplok Lahan Warga untuk Perumahan

RMOL. PT. Pilar Sitta diduga mencaplok lahan warga di Jl. Pulau Singkep, Sukabumi, Bandarlampung. Sejumlah warga yang mengaku pemilik lahan memerotes penggusuran yang dilakukan developer perumahan tersebut.

Para pemilik lahan kaget karena lahan yang selama ini mereka miliki dan rawat puluhan tahun tiba-tiba diboldozer oleh PT. Pilar Sitta untuk pembangunan Perumahan Bukit Mutiara Indah sejak Senin lalu (16/1/2018).

Berani sekali orang yang menggusur tanah milik saya ini tanpa kompromi dan pemberitahuan, kurang ajar,├óÔé¼┬Ø kata Abdullah dalam Bahasa Lampung saat melihat tanahnya diratakan oleh alat berat.

Abdullah bersama Zaini, Sudirman, dan beberapa warga lainnya mendatangi Lurah Sukabumi Darwani. Sebelum ke Kelurahan, para pemilik lahan yang beli dari Alm Safaruddin, mantan pegawai Departemen Agama, bertemu dengan saksi kepemilikan tanah, Marzuki.

Marzuki yang juga mantan kepala lingkungan itu mengaku kaget mendengar ada yang meratakan lokasi lahan itu.

Menurut dia, lahan awalnya milik Alm Sainuba yang kemudian dijual kepada Mulyorejo, dan terakhir dibeli Safaruddin sekitar tahun ’80-an, saya saksi, karena kepala lingkungan.

“Lalu, Safaruddin mengkaplingkannya dan ada tanda tangan saya. Cucu Pak Sainuba masih hidup, dan tau itu tanah kakeknya, ├óÔé¼┬Ø ujar Marzuki.

Terkait ada yang tiba tiba mengaku jadi pemilik dan punya sertifikat, Marzuki menyarankan coba dicek sertifikatnya. Ngaku punya sertifikat, coba tunjukkkan dulu dari mana, beli sama siapa?” tanyanya.

Lurah Darwani menyarankan para pemilik kaplingan untuk mencari tahu ke BPN Kota Bandarlampung tentang kebenaran sertifikat itu.

Para pemilik lahan berencana melaporkan pengembang yang telah mencaplok tanah dan merusak tanam tumbuh milik mereka. “Kami akan laporkan ke Polresta, ├óÔé¼┬Ø kata Dirman.

Di lahan tersebut, sebagian warga membangun rumah dan memiliki sertifikat. Sebagian lain, ada sekitar 10 kapling tidak dibangun.

Warga menceritakan tanah tersebut diklaim milik Wijaya, warga Pulau Singkep Sukarame. Sebelum alat berat datang, bulan lalu, datang pria bernama Warta yang mengklaim tanah itu miliknya dan tiba-tiba ada orang yang memasang patok mirip BPN di areal itu.

Alat berat pun masuk dan langsung meratakan lahan. [Jun/Pakho]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

Polemik Bagi-Bagi Sembako Politik Semakin “Ngeblur”

Oleh Gunawan Parikesit  POLEMIK berkeliaran setelah aksi hadang-menghadang bakal calon wali Kota Bandarlampung. Ada yang menilai tak masalah rapi ada yang beranggapan hal itu pidana. Perhimpunan...

Proklamasi Di Secangkir Kopi Sumber Jaya

Dialog Imajiner dengan Sukarno-Hatta (28): Oleh Syafarudin Rahman MAHASISWA milenial permisi menyalakan laptop mengeraskan volume dan meluncurlah lagu kebangsaan tiga stanza dan kibaran Bendera Merahutih. Delapan...

Kadiskes Lampung Reihana Jabat Dirut RSUD Abdul Moeloek

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana ditunjuk menjadi Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah...

Bertambah 4 Orang, Positif Covid-19 Lampung 307 Pasien

 Terjadi penambahan empat kasus baru positif Covid-19 Lampung, Sabtu (8/8). Sehingga jumlahnya menjadi 307 orang dengan kematian konfirmasi...
Translate »