Promosi digital dinilai menjadi salah satu strategi penting untuk menarik minat generasi Z berkunjung ke destinasi wisata lokal. Hal ini menjadi fokus penelitian mahasiswa Program Studi Pariwisata Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya yang dipresentasikan dalam Geo Tourism International Conference (GTIC) 2027.
Penelitian bertajuk “The Existence of Pugung Raharjo Tourism in the Digital Age: How Effective Promotion and Social Media Use Drive Gen Z Visit Interest” tersebut mengkaji efektivitas promosi digital dan pemanfaatan media sosial dalam meningkatkan minat kunjungan generasi Z ke destinasi wisata Pugung Raharjo.
Riset ini dipresentasikan Muhammad Daffa Al Jassir bersama empat anggota timnya, yakni Bandarsyah, Intan Nur Sahbila, Kanaya, dan M. Puja Laksono, dalam konferensi yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis (22/10/2026).
Daffa mengatakan, media sosial memiliki peluang besar untuk memperkenalkan potensi wisata Pugung Raharjo kepada generasi muda. Namun, promosi perlu dikemas secara menarik agar mampu membangun ketertarikan calon wisatawan untuk berkunjung.
“Media sosial memiliki peluang besar untuk memperkenalkan potensi wisata Pugung Raharjo kepada generasi muda. Karena itu, promosi digital perlu dikemas secara menarik agar mampu membangun ketertarikan mereka untuk berkunjung,” ujar Daffa.
Menurutnya, pemanfaatan platform digital dapat memperluas jangkauan informasi mengenai destinasi wisata lokal. Terlebih, generasi Z kerap memanfaatkan media digital untuk mencari referensi, mengenali tempat wisata, hingga menentukan pilihan perjalanan.
Karena itu, konten digital yang menarik dan informatif dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi Pugung Raharjo kepada khalayak yang lebih luas, khususnya kalangan anak muda.
Penelitian tersebut merupakan luaran mata kuliah Field Project Study Destinasi Wisata yang diampu dosen Program Studi Pariwisata IIB Darmajaya, Nia Lefiani, S.E., M.M.
Melalui mata kuliah ini, mahasiswa didorong mengkaji potensi sekaligus tantangan destinasi wisata dengan mengangkat persoalan yang relevan dengan perkembangan industri pariwisata, termasuk pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan promosi.
Selain tim Daffa, enam kelompok mahasiswa lainnya dari Program Studi Pariwisata IIB Darmajaya juga mengikuti presentasi penelitian dalam GTIC 2027.
Keikutsertaan tujuh kelompok tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memaparkan hasil kajian sekaligus berbagi gagasan mengenai pengembangan pariwisata. Berbagai penelitian yang dipresentasikan juga mencerminkan upaya mahasiswa menghubungkan pembelajaran akademik dengan persoalan nyata di sektor pariwisata.
Melalui kajian tersebut, mahasiswa diharapkan dapat memberikan perspektif mengenai strategi pengembangan destinasi lokal agar semakin dikenal dan mampu menarik minat wisatawan di tengah perkembangan teknologi digital. 
