Prof Hamzah Usung Unila sebagai Universitas Riset Berstandar Internasional

•KAMPUS
externalexternalexternalexternal
Prof Hamzah Usung Unila sebagai Universitas Riset Berstandar Internasional
Bakal calon Rektor Universitas Lampung (Unila) periode 2027-2031, Prof. Dr. Hamzah, S.H., M.H.,/dok

Article Header Image Bakal calon Rektor Universitas Lampung (Unila) periode 2027-2031, Prof. Dr. Hamzah, S.H., M.H., menawarkan penguatan riset, inovasi, tata kelola kampus, serta daya saing lulusan untuk membawa Unila menjadi universitas berstandar internasional.

Gagasan tersebut disampaikan Hamzah saat memaparkan visi dan misi dalam sosialisasi bakal calon rektor Unila di Gedung Serba Guna (GSG) Unila, Rabu, 28 Oktober 2026.

Hamzah mengatakan, arah pengembangan Unila harus selaras dengan kebijakan nasional Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), yakni mewujudkan pendidikan tinggi sains dan teknologi yang inklusif, adaptif, dan berdampak menuju Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, arah kebijakan nasional tersebut perlu diterjemahkan ke dalam langkah konkret dengan mempertimbangkan potensi daerah, keunggulan program studi, serta jejaring kerja sama, tanpa mengesampingkan ambisi Unila untuk bersaing di tingkat global.

"Penguatan perguruan tinggi harus bertumpu pada integrasi tridarma perguruan tinggi dan peningkatan daya saing lulusan agar mampu menjawab kebutuhan dunia kerja serta masyarakat global," jelasnya.

Adapun visi yang diusung Hamzah adalah menjadikan Unila sebagai universitas riset unggul berstandar internasional, inklusif, adaptif, berwawasan kebangsaan, dan berdampak, yang menghasilkan sumber daya manusia unggul serta berdaya saing global untuk berkontribusi bagi kemajuan Lampung dan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Visi tersebut, kata dia, berpijak pada keunggulan akademik berstandar internasional, keterbukaan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat, serta dampak nyata tridarma perguruan tinggi terhadap kesejahteraan masyarakat dan kemajuan bangsa.

Untuk merealisasikan visi itu, Hamzah merumuskan tujuh misi, meliputi pendidikan berbasis masa depan, pengembangan ekosistem riset dan inovasi berdampak, pengabdian berkelanjutan, pemerataan akses pendidikan, tata kelola universitas yang baik, penguatan kemitraan dengan dunia kerja dan industri, serta peningkatan reputasi internasional.

Program tersebut akan dijalankan melalui lima pilar strategis.

Pilar pertama adalah pendidikan dan pengajaran, dengan fokus pada pengembangan kurikulum adaptif sesuai kebutuhan industri, digitalisasi pembelajaran, serta penciptaan pengalaman belajar yang bermakna bagi mahasiswa.

Pilar kedua mencakup penelitian dan inovasi. Hamzah menekankan pentingnya riset unggulan yang relevan dengan potensi daerah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Program yang ditawarkan meliputi pengembangan penelitian unggulan, inovasi, paten, serta pemanfaatan hasil penelitian untuk mendukung kebijakan dan menyelesaikan persoalan di masyarakat.

Selanjutnya, pilar ketiga adalah pengabdian kepada masyarakat melalui pemberdayaan berbasis hasil riset dan kebutuhan lokal, khususnya di wilayah Lampung.

Program ini mencakup pengembangan inovasi desa, integrasi kegiatan mahasiswa dalam pengabdian, advokasi kebijakan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Pilar keempat berfokus pada tata kelola dan kelembagaan. Hamzah menginginkan sistem pengelolaan Unila yang bersih, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pencapaian kinerja.

Untuk mendukung hal tersebut, ia menawarkan reformasi operasional, digitalisasi menyeluruh, penguatan penjaminan mutu, reformasi birokrasi, serta peningkatan kemandirian institusi.

Sementara itu, pilar kelima diarahkan pada peningkatan daya saing lulusan dan penguatan kemitraan dengan dunia kerja.

Menurut Hamzah, lulusan Unila harus memiliki kompetensi yang relevan, mampu beradaptasi dengan perubahan, siap memasuki dunia kerja, serta memiliki kemampuan berwirausaha.

"Salah satu sasaran yang ingin dicapai adalah memperpendek masa tunggu lulusan untuk memperoleh pekerjaan," tutupnya. Article Image

Editor : Tuti Nur Khomariyah

Kata Kunci


Berita Terkait