Produksi Jagung Lampung 2026 Diprediksi Susut 4,9 Ribu Ton

Produksi Jagung Lampung 2026 Diprediksi Susut 4,9 Ribu Ton
Ilustrasi/Net

Article Header Image Kenaikan luas panen jagung di Provinsi Lampung sepanjang 2026 ternyata tidak berbanding lurus dengan peningkatan produksi.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung justru memperkirakan produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen (JPK-KA 14 persen) mengalami penurunan sebesar 4,90 ribu ton atau 0,39 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution mengatakan, produksi jagung pipilan sepanjang 2026 diperkirakan mencapai 1,255 juta ton. Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan produksi 2025 yang mencapai 1,259 juta ton.

"Jika dibandingkan dengan produksi tahun 2025 yang sebesar 1,259 juta ton, diperkirakan terjadi sedikit penurunan sebesar 4,90 ribu ton atau turun sekitar 0,39 persen," kata Ahmadriswan dalam rilis resmi BPS Lampung, Kamis, 5 November 2026.

Ironisnya, penurunan produksi tersebut terjadi ketika luas panen jagung justru mengalami peningkatan.

BPS memperkirakan luas panen jagung pipilan Lampung pada 2026 mencapai 195,08 ribu hektare atau bertambah 593 hektare dibandingkan tahun 2025 yang tercatat 194,49 ribu hektare. Angka tersebut tumbuh 0,31 persen.

Bahkan, realisasi luas panen sepanjang Januari-September 2026 sudah mencapai 186,75 ribu hektare. Jumlah itu meningkat 30,04 ribu hektare atau 19,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara potensi luas panen pada Oktober-Desember 2026 diperkirakan mencapai 8,33 ribu hektare.

Ahmadriswan menjelaskan, puncak panen jagung Lampung tahun ini juga mengalami pergeseran. Jika pada 2025 puncak panen terjadi pada Juli dengan luas 27,83 ribu hektare, pada 2026 bergeser ke Juni dengan luas panen 27,39 ribu hektare.

Di sisi lain, produksi jagung sempat menunjukkan lonjakan signifikan pada awal tahun. Produksi tertinggi tercatat pada Januari 2026 mencapai 185,84 ribu ton JPK-KA 14 persen, meningkat tajam dibandingkan Januari 2025 yang hanya sebesar 90,02 ribu ton.

BPS menyebut data tersebut masih bersifat sementara dan dihitung menggunakan metodologi Kerangka Sampel Area (KSA) Jagung dengan 900 sampel segmen lahan di Provinsi Lampung, serta didukung Survei Ubinan untuk mengukur produktivitas.

Angka produksi 2026 masih berpotensi mengalami penyesuaian seiring masuknya data realisasi panen dan hasil Survei Ubinan subround III periode Oktober-Desember 2026. Article Image

Editor : Tuti Nur Khomariyah

Kata Kunci


Berita Terkait