23.4 C
Bandar Lampung
Selasa 14 Juli, 2020 03:05 WIB
Beranda OPINI Pojok Syafarudin Preman Dari Provinsi Pabrik Permen

Preman Dari Provinsi Pabrik Permen

Dialog Imajiner dengan Sukarno-Hatta (22):

Oleh Syafarudin Rahman

PAGI masih gelap dan sepi usai salat subuh, kami berempat seperti biasa berbincang sambil menghirup segarnya oksigen yang baru saja diolah tanaman sekitar kami.

Bung Karno, Bung Hatta, Syafarudin dan mahasiswa milenial duduk di sofa panjang berhadapan dibatasi meja room dialog imajiner di balkon yang menghadap ke pohon tinggi dan jalan raya.

Milenial menekan tombol power, memilih menu, genggam remote, stel pencahayaan dan lalu speakernya menghangatkan subuh seakan memulai akhir pekan kami dengan lagu Bento dan Preman

Kami menyimak gitar akustik yang dipetik penyanyi balada Iwan Fals menyenandungkan Bento lalu lagu rock lawas Ikang Fauzi makin menghangatkan suasana lewat lagunya Preman.

Kami berempat menyimak suara parau, nada musik menghentak, serta syairnya yang lugas:

Di zaman resesi dunia
Pekerjaan sangat sukar
juga pendidikan
di sudut-sudut jalanan
banyak penganguran
Jadi preman tuk cari makan

Dibalik wajah yang seram
Tersimpan damba kedamaian
Dibalik hidup urakan
Mendambakan kebahagiaan
Bahagia
Bahagia

Milenial : izin Proklamator dan Pak Syafarudin, silakan diminum herbal galih sungkay kiriman keluarga Bang Anshori Djausal. Khasiatnya bisa menambah imunitas tubuh di era new normal, akhir bulan Juni ini.

Bung Karno: Milenial kalau musik dan syair yang realistis dan menghentak model ini saya suka. Tapi bila syairnya cengeng dan irama ngak ngek ngok model si Koes yang maaf saja itu bisa melemahkan bangsa dalam menuntaskan revolusi.

Syafarudin: Milenial, apa topik yang sebenarnya mau dibahas pekan ini? Tiga lagu pembuka dialog kali ini nampak absurd membuat kami bingung . Apa hubungan substantif antara ketiga lagu itu?

Milenial : Maaf dan izin. Santuy aja dulu Proklamator dan Pak Syafarudin. Begini. Bento itu gambaran plutokrasi orang yang tengah berkuasa, gagah, kaya, dan urusannya menjangkau apa saja, raja olah.

Terakhir, Preman, terpaksa berprofesi garang ketimbang nganggur, untuk mencari makan tapi mendambakan kebahagiaan.

Bung Hatta : Milenial, nampaknya Anda ingin menjelaskan bahwa plutokrasi yang membiayai boneka jadi pemimpin under capacity, plutokrasi yang biayai preman lenyapkan wartawan Bernas Syafrudin.

Plutokrasilah yang biayai preman baju coklat siramkan air keras kepada penyidik Novel Baswedan dengan alasan tidak sengaja. Plutokrasilah yang biayai rencana makar ideologi saat ini. Plutokrasilah yang membuat gaduh Nusantara.

Milenial : Waduh-waduh, soal penafsiran kritis, saya acungkan dua jempol kepada Proklamator. Saya tidak bisa membatasi tafsir dan analisis kritis bung berdua dan para pembaca.

Sebetulnya, pekan ini, saya mau tahu apa cuma Cindy Adams yang “Bung Besar” (Sukarno) layani dan hargai?

Reporter cantik asal Amerika inilah penulis Bung Karno (Sukarno, An Autobiography as told to Cindy Adams/Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia.

Syafarudin: Milenial, jawabannya ada sedikit di buku (2019) Membaca Sukarno dari Jarak Paling Dekat karya Eddi Elison, wartawan Istana di era Bung Karno, halaman 94-99, sub judul Bung Karno: Wartawan Mitra Juang.

Bung Karno : I remember Eddi Elison. Reporter TVRI asal Medan. Milenial, mohon bacakan berita online terkini?

Syafarudin: Proklamator, opung Eddi Elison masih hidup dan tinggal di Medan, tiap pekan hasil dialog kita, dikirim ke whats apps beliau. Beliau usia 21 tahun saat bertugas di kompleks Istana Negara. Sekarang 76 tahun, Alhamdulilah, masih rajin membaca dan menulis.

Milenial : izin Proklamator, saya baca berita berjudul hot pekan ini: (1) AWPI (Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia) minta Gubernur Bersyukur, Minta Maaf dan Bertaubat; (2). AJI (Asosiasi Jurnalis Indonesia) Kecam Gubernur Bentak Wartawan, (3).Kadiskominfotik: Gubernur Tidak menghardik, Cuma Bercanda (RMOLLampung). Satu lagi, opini: Marah Keliru, Leadership Under Capacity. 

Bung Karno : Gubernur dan kadiskominfotik provinsi mana itu ya?

Milenial : Provinsi Pabrik Permen

Bung Hatta : I see. Ini rupanya yang dimaksud mienial tadi. Plutokrasi pabrik permen yang membiayai boneka jadi pemimpin under capacity.

Syafarudin: Milenial, jangan melebar lagi, mohon Anda kembali fokus ke buku (2019), Eddi Elison, wartawan istana era Bung Karno, halaman 94-99, sub judul Bung karno: Wartawan Mitra Juang.

Milenial : Siap Pak Syafar. Presiden Sukarno tidak menginginkan adanya juru bicara resmi kepresidenan. Bung Karno sendiri yang meladeni wartawan. Bung Karno kenal satu persatu wartawan Istana. Bung karno kerap bercanda sehingga hubungannya dekat dan akrab. Bung karno menempatkan wartawan sebagai mitra juang.

Ada kisah keakraban Bung karno dengan wartawan. Saat “Sang Proklamator” saat meninjau Monumen Nasional (Monas) bersama rombongan wartawan bertemu penjual rambutan.

Bung Karno memborong rambutan 10 ikat seharga Rp700 per ikat lalu membagikannya ke para wartawan. Saat mau bayar ke pedagang, Bung karno merogoh saku celana dan baju ternyata tidak bawa uang.

Bung karno pinjam uang pengawal yang berada di mobil jip. Ternyata, pengawalnya juga tidak punya uang. Akhirnya, seorang wartawan yang menalanginya. “Wartawan bayari wartawan ya, ÔÇ£ ujar Bung Karno sambil tertawa.

Eddi Elison pernah dua kali dapat teguran apresiasi dari Bung Karno. Eddi bertanya kenapa Ali Sadikin yang Angkatan Laut dipilih sebagai gubernur?

Bung Karno sambil tertawa menyebut wartawan Eddi dalam Bahasa Belanda domme jongen (anak lelaki dungu).

Wartawan Eddi memakluminya, karena dia masih bujangan usia 21 tahun.

Bung Karno menjelaskan posisi Jakarta yang lebih dekat dengan laut sehingga Angkatan laut lah yang lebih menguasai.

Bung Karno benar, selama 11 tahun, Ali Sadikin mampu membangun Jakarta menjadi kota metropolitan.

Selain ditegur, Eddi pernah juga dipuji Bung Karno. Berawal dari Eddi ditunjuk Kolonel Maulwi Saelan jadi MC (pembawa acara) Rapat Raksasa Musyawarah Teknisi di Istora Senayan September 1965.

Sebelum Bung Karno memulai pidato, Eddi selaku MC meminta maaf karena ada salah tulis atau kurang lengkap hurufnya pada backdrop (spanduk) di belakang mimbar. Ucapan tokoh wayang Kresna kepada Arjuna tidak lengkap hurup atau kata-katanya.

Sebelum Pidato, Bung Karno memanggil Eddi naik ke atas mimbar dan mendampingi Bung karno menulis dan melengkapi kata-kata tersebut dengan spidol sehingga benar. Bung karno berbisik kepada wartawan Eddi: Goed jongen (anak lelaki pintar).

Banyak wartawan yang mendapatkan penghargaan khusus dari presiden seperti SK Tri murti jadi menteri. Adam Malik, BM Diah, Djawoto, Asa Bafagih dijadikan Duta Besar.

Referensi lain yang saya baca. Wartawan Rosihan Anwar sebagai pengeritik ulung Presiden Sukarno. Mulai dari hal substantif hingga hal pribadi punya banyak istri. Ketika Bung Karno bertemu Rosihan Anwar. Bung Karno cuma tertawa dan bilang ÔÇ£Rosihan ini cuma cemburu karena kalah ganteng dengan sayaÔÇØ.

Syafarudin: izin Semua. Yang belum banyak pembaca ketahui bahwa sedari remaja dan muda di Surabaya Bung karno adalah penulis artikel untuk media Oetoesan Hindia pimpinan HOS Cokroaminoto .

Bung karno menulis dengan dua nama pena: Bima dan Soemini. Artikel tersebut ratusan jumlahnya. Roso Daras menilai Bung Karno ÔÇ£menusuk penjajah dengan penaÔÇØ.

Pembaca banyak juga yang belum tahu mahar atau mas kawin Bung Hatta adalah sebuah buku Alam Pikiran Yunani karya Bung Hatta. Sebuah mas kawin yang cerdas dan romantis.

Pemimpin yang dekat dan menghargai wartawan dan suka buku literasi, biasanya saat pensiun masih ada yang silaturahmi, sebaliknya tidak menghargai wartawan dan tidak suka buku, saat pensiun: mereka merana dan sunyi.

Bung Karno : Maaf semuanya. Saya kembali permisi duluan karena mesti segera ke Blitar. Hari terakhir ramai yang nyekar dan ziarah, waduh tanpa pakai masker mereka. Itu pimpinan parpol, calon-calon bupati dan gubernur yang mau ikut pilkada. Insha Alloh pekan depan bolehlah kita dialog kembali. Assalamualaikum warrohmatulohi wabarakatuh.

Peneliti Labpolotda dan Dosen Ilmu Pemerintahan
FISIP Universitas Lampung

EDITOR : herman bm

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

Koruptor, Antara Diberantas Dan Dirawat

Oleh Syafarudin Rahman KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) merilis 10 daerah provinsi dengan angka korupsi tertinggi sejak lima tahun terakhir, 2014 hingga 2019. Provinsi Lampung menempati...

RUU HIP Ditunda, Penunggang Kandas, Lovers Gagal

Dialog Imajiner dengan Sukarno-Hatta (21): Oleh Syafarudin Rahman  PAGI masih gelap dan berembun usai salat subuh, kami berempat (Bung Karno, Bung Hatta, Syafarudin dan mahasiswa milenial),...

Iklan Lebay Milad Dan Jilat Pejabat

Opini Syafarudin Rahman, GUBERNUR Lampung Arinal Djunaidi, Presiden Soekarno dan Presiden Joko Widodo sama-sama lahir di bulan Juni. Mereka cuma beda tanggal dan tahun. Soekarno lahir...

Kutu-Kutu Rezim Otak-atik Sayap Burung Garuda

Dialog Imajiner dengan Sukarno-Hatta (20): Oleh Syafarudin Rahman PAGI masih berembun dan gelap usai salat subuh, kami berempat (Bung Karno, Bung Hatta, Syafarudin dan mahasiswa milenial),...
Translate »