Pemerintah mulai menyiapkan penguatan armada penangkapan ikan nasional dengan membangun ribuan kapal nelayan mulai 2027.
Presiden Prabowo Subianto mengatakan, pembangunan kapal tersebut ditujukan untuk memperkuat kemampuan nelayan Indonesia dalam memanfaatkan potensi kekayaan laut nasional.
“Sekarang kita akan bekerja. Mulai tahun depan kita bangun ribuan kapal-kapal nelayan untuk nelayan-nelayan kita,” kata Prabowo saat menghadiri Syukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026).
Menurut Prabowo, penguatan armada nelayan menjadi bagian dari perhatian pemerintah terhadap masyarakat pesisir yang selama ini dinilai belum mendapatkan dukungan memadai.
“Nelayan yang memerlukan bantuan, yang tidak pernah dibantu selama 81 tahun Indonesia merdeka, sekarang akan kita urus,” tegasnya.
Rencana tersebut menjadi bagian dari agenda pemerintah memperkuat sektor kelautan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Sebelumnya, pemerintah juga telah menyiapkan program pengadaan 1.582 kapal ikan modern. Kapal tersebut akan disalurkan kepada nelayan melalui skema yang terintegrasi dengan Kampung Nelayan Merah Putih.
Penguatan armada ini berjalan beriringan dengan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. Pemerintah menargetkan 1.386 kampung nelayan berdiri dan berfungsi hingga akhir 2026, sebagai bagian dari target pembangunan 5.000 kampung nelayan hingga 2029.
Dalam program tersebut, pemerintah tidak hanya membangun permukiman, tetapi juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung kegiatan perikanan, seperti dermaga, tempat pelelangan ikan, ruang penyimpanan dingin, bengkel, hingga fasilitas pengolahan hasil laut.
Prabowo sebelumnya menyampaikan bahwa penguatan infrastruktur dan armada nelayan diperlukan agar hasil tangkapan dapat dikelola lebih baik dan memiliki akses pasar yang lebih luas.
Pemerintah juga menyiapkan dukungan kapal nelayan berukuran hingga 100 gros ton (GT) yang nantinya disalurkan ke kampung-kampung nelayan. 
