Presiden Prabowo Subianto meminta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengambil peran lebih konkret dalam menggerakkan perekonomian nasional, mulai dari mendorong investasi produktif hingga memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Arahan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan taklimat kepada peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia (P3MDI) Batch 1 Tahun Anggaran 2026 dan peserta Rapimnas Kadin Seluruh Indonesia di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/10/2026).
Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Politik, Keamanan, dan Pertahanan Kadin Indonesia, Bambang Soesatyo alias Bamsoet, mengatakan Presiden mengharapkan Kadin menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjalankan agenda pembangunan nasional.
Menurut Bamsoet, peran Kadin tidak cukup hanya menghimpun dan menyuarakan kepentingan pengusaha. Organisasi tersebut juga diharapkan berkontribusi melalui langkah nyata untuk meningkatkan investasi, mengembangkan UMKM, mendorong hilirisasi, serta memperluas pasar ekspor.
"Presiden menghendaki KADIN tidak hanya menjadi organisasi para pengusaha, melainkan mitra strategis negara dalam membangun Indonesia yang mandiri, tangguh, dan berdaulat secara ekonomi. Harapan tersebut harus dijawab dengan kerja nyata, investasi produktif, penguatan UMKM, hilirisasi, serta perluasan pasar ekspor," ujar Bamsoet.
Ia menilai arahan tersebut menempatkan dunia usaha sebagai salah satu elemen penting dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional.
Di sisi lain, Bamsoet menyebut pelaku usaha masih memiliki alasan untuk optimistis terhadap prospek perekonomian Indonesia. Sejumlah indikator menunjukkan aktivitas ekonomi nasional tetap tumbuh positif meskipun menghadapi tekanan global.
Ia memaparkan, ekonomi Indonesia tumbuh 5,45 persen pada semester I-2026. Sementara pertumbuhan pada triwulan II-2026 tercatat sebesar 5,29 persen secara tahunan.
Adapun inflasi pada September 2026 berada di level 3,28 persen.
Menurut Bamsoet, capaian tersebut menunjukkan perekonomian Indonesia masih bergerak positif di tengah tekanan geopolitik, volatilitas pasar keuangan, dan perlambatan ekonomi global.
Karena itu, ia memandang penguatan kemitraan antara pemerintah dan dunia usaha menjadi penting untuk menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperluas kontribusi sektor swasta terhadap perekonomian nasional. 
