Polisi Ungkap Kronologi Siswa SD di Lampteng Meninggal Usai Tersedak Kelengkeng MBG

•PERISTIWA
externalexternalexternalexternal
Polisi Ungkap Kronologi Siswa SD di Lampteng Meninggal Usai Tersedak Kelengkeng MBG
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari/Istimewa

Article Header ImageKepolisian mengungkap kronologi meninggalnya seorang siswa kelas 3 SDN 03 Poncowarno, Kecamatan Kalirejo, Kabupaten Lampung Tengah, usai tersedak buah kelengkeng yang terdapat dalam menu Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Korban berinisial RAP (9), warga Kampung Poncowarno, Kecamatan Kalirejo. Peristiwa itu terjadi di ruang kelas 3 SDN 03 Poncowarno, Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 07.40 WIB.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari membenarkan kejadian tersebut.

Berdasarkan laporan yang diterima kepolisian, saat itu korban tengah mengonsumsi buah kelengkeng yang menjadi bagian dari menu MBG di dalam kelas.

“Korban mengalami tersedak saat mengonsumsi buah kelengkeng di ruang kelas. Saat itu korban sempat meminta pertolongan kepada teman dan pihak sekolah,” kata Yuni, Kamis (24/9/2026).

Polisi mencatat, setelah mengalami tersedak, korban sempat meminta pertolongan kepada teman sekelasnya.

Korban kemudian keluar dari ruang kelas sambil memegang leher dan meminta bantuan kepada penjaga sekolah.

Melihat kondisi korban, pihak sekolah berupaya memberikan pertolongan. Korban sempat memuntahkan sisa makanan yang dikonsumsi, namun buah kelengkeng yang diduga tertelan tidak berhasil dikeluarkan.

Korban selanjutnya dibawa ke Puskesmas Poncowarno untuk mendapatkan pertolongan medis.

Dari puskesmas, korban kemudian dibawa ke RS Kartini. Setibanya di ruang IGD, petugas medis melakukan pemeriksaan terhadap korban.

Namun, korban kemudian dinyatakan meninggal dunia.

“Korban telah mendapatkan upaya pertolongan dari pihak sekolah dan kemudian dibawa untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun, berdasarkan pemeriksaan di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia,” ujar Yuni.

Usai menerima laporan kejadian tersebut, personel Polsek Kalirejo mendatangi lokasi untuk melakukan penyelidikan awal.

Polisi melakukan pengumpulan bahan keterangan serta meminta keterangan dari sejumlah saksi guna mendalami rangkaian kejadian.

Perkembangan penanganan perkara tersebut juga telah dilaporkan kepada pimpinan.

Berdasarkan laporan kepolisian, pihak keluarga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.

Meski demikian, polisi masih melakukan pendalaman terhadap peristiwa tersebut sesuai prosedur yang berlaku.

Kepolisian juga mengimbau pihak sekolah maupun orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat mengonsumsi makanan, guna mencegah kejadian serupa.Article Image

Editor : Faiza Ukhti Annisa

Kata Kunci


Berita Terkait